Proyek Kereta Gantung Prambanan Selangkah Lagi ke Tahap Perizinan
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo telah memulai proyek pelebaran Jalan Jogoyudan, Wates dua bulan lalu. Saat ini, progres pelebaran telah mencapai 50%.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Agustinus Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan pelebaran tersebut dimaksudkan untuk memperlancar arus lalu lintas dari arah Jalan Kemiri III yang padat setelah penutupan palang kereta api (KA) di sisi Timur.
"Sekarang sudah memasuki pekan ke-9 sejak dimulainya pelebaran. Sudah separuh dari masa kontrak lah atau 50 persen. Lebih cepat dari jadwal pekerjaan sebesar 35 persen," kata Nucahyo, Minggu (3/9/2023).
BACA JUGA: Proyek Tol Jogja Solo: Rumah Warga Terdampak di Kalasan Sleman Mulai Dirobohkan
Beberapa pekerjaan yang sudah dilakukan antara lain pekerjaan galian pelebaran, pemasangan saluran, dan gorong-gorong melintang jalan, pengaspalan lapisan aspal tipe asphalt concrete binder coarse (AC-BC). Selain itu sudah dilakukan juga pengecoran beton jalan masuk, dan pemasangan trotoar. "Sebagai bangunan pelengkap jalan, terdapat trotoar dari batu andesit dilengkapi dengan tegel difabel," katanya.
Terangnya, saluran drainase menggunakan saluran pracetak tipe U-Ditch sedangkan gorong-gorong menggunakan box culvert. Lalu, UPTD Laboratorium Konstruksi dan Peralatan Dinas PUPKP juga telah mengecek ketebalan lapisan aspal menggunakan alat core drill terkait pengaspalan AC-BC.
"Rencana pekerjaan selanjutnya adalah pengasapalan lapisan aspal tipe AC-WC di atas lapisan AC-BC untuk membentuk alinemen jalan yang menghubungkan antara Jalan Kemiri dengan Jalan Diponegoro. Selama proses konstruksi masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas ruas Jalan Jogoyudan," ucapnya.
Lebih jauh, Nurcahyo menjelaskan dengan adanya pelebaran jalan tersebut maka arus lalu lintas dari arah Jalan Kemiri III dapat langsung menuju Jalan Diponegoro atau dua arah.
Selain terkait dengan aksesibilitas, tegas dia, kemudahan akses dapat mendongkrak kegiatan yang mengarah pada penumbuhan dan peningkatan perekonomian warga sekitar utamanya yang berada di Jalan Diponegoro. Proyek pelebaran jalan senilai Rp911,7 juta tersebut akan selesai sekitar 23 Oktober 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.