8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Kegiatan foto bersama dalam acara pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Tawar di Segoro Giri Cafe and Resto di Kalurahan Girijati, Purwosari, Senin (4/9/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Gandung Pardiman Center (GPC) menggelar pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Tawar di Segoro Giri Cafe and Resto di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, Senin (4/9/2023). Diharapkan pelatihan ini bisa menumbuhkan ekonomi baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peneliti BRIN, Tri Djoko Suwarno mengatakan, budi daya perikanan air tawar memiliki prospek bisnis yang baik sehingga dapat dikembangkan di masyarakat. Meski demikian, untuk pengembangan harus memperhatikan beberapa hal agar pelaksanaan dapat berhasil.
Ia mengungkapkan ada konsep 5T yang harus diperhatikan. Yakni, tepat mutu, tepat waktu, tepat tempat, tepat cara dan tepat jumlah. Strategi ini dinilai akan menjadi kunci dalam proses budi daya.
“Banyak ikan yang bisa dibudi daya seperti lele, nila, gurami hingga patin,” katanya di sela-sela pelatihan, Senin siang.
Djoko memberikan kiat khusus agar budi daya ikan air tawar berhasil. Salah satunya dengan membuat pakan mandiri dengan memanfaatkan ketersediaan bahan lokal.
“Kalau beli terus, maka operasional akan membengkak. Ini bisa diantsipasi dengan memanfaatkan pakan lokal di sekitaran rumah,” katanya.
Menurut dia, bahan baku pakan ini banyak tersedia di rumah mulai dari sisa sayur-sayuran, makanan dan lain sebagainya. Selain itu, untuk pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan mengembangkan budi daya magot.
“Ya kalau bisa bikin sendiri maka ongkosnya lebih murah,” katanya.
BACA JUGA: Pengoperasian Teknologi Pengolahan Sampah di DIY Diperkirakan Akhir Tahun
Ketua GPC Syarief Guska Laksana mengatakan ada sekitar 200 peserta dalam pembuatan pakan ikan air tawar. Peserta merupakan perwakilan dari masrakat pesisir mulai dari Kapanewon Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari dan Paliyan.
Diharapkan pelatihan ini bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga memotivasi untuk mengembangkan budi daya ikan tawar. “Mudah-mudahan bermanfaat dan mampu menumbuhkan semangat usaha ekonomi baru. Kalau berhasil, tentunya kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, budi daya ikan tawar menjadi peluang yang bisa dikembangkan oleh masyarakat. Adanya pelatihan dari BRIN bisa menjadi modal penting dalam budi daya.
“Ini sebuah peluang karena untuk lahan tidak ada masalah dan ada cara-cara mudah dalam budi daya lewat pelatihan pembuatan pakan ikan yang bahannya berasal dari sekitaran rumah,” katanya.
Menurut dia, dengan memanfaatkan pakan lokal maka keuntungan dalam budi daya ikan akan semakin besar. Hal ini dikarenakan biaya operasional pemeliharaan bisa ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.