Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Salah seorang petugas sedang menunjukan intalasi pengolahan air Sindon di Kalurahan Dadapayu, Semanu. Foto diambil 31 Agustus 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Instalansi pengolahan air Bribin 2 atau Sindon di Kalurahan Dadapayu, Semanu sudah tidak beroperasi sejak 2017 lalu. Meski demikian, sejumlah pekerja masih bertugas untuk menunggu aset yang ada di lokasi tersebut.
Instalasi Sindon berada di tengah hutan dan jauh dari permukiman. Akibat banjir yang disebabkan karena terdampak Badai Cempaka, maka pompa hidrolis untuk menaikan air ke permukaan tidak berfungsi.
Salah seorang petugas di Sindon 2, Fandi membenarkan, pengolahan air di Sindon macet sejak 2017 lalu. Hingga sekarang belum ada perbaikan terhadap fasilitas pompa yang dimiliki. “Kalau lift untuk turun ke bendungan di sungai bawah tanah bisa. Tetapi, untuk instalasi pompa mati karena terendam lumpur dari banjir,” katanya, Kamis (7/9/2023).
Menurut dia, hingga sekarang belum ada perbaikan. Namun, Fandi mengakui tetap bertugas seperti biasa. Tugas dari para pekerja, salah satunya menjaga aset yang ada di intalasi Sindon. “Tugasnya hanya menjaga aset yang ada agar tidak dicuri,” katanya.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto berharap sungai bawah tanah Bribin 2 atau Sindon di Kalurahan Dadapayu, Semanu bisa kembali dioperasikan. Pasalnya, sejak terjadinya Badai Cempaka di akhir 2017 lalu, sarana pengelolaan air di instalasi tersebut macet hingga sekarang. “Kalau bisa dihidupkan lagi. Sebab dengan tambahan produksi, maka bisa memperkuat layanan di Kapanewon Tepus dan Rongkop,” kata Toto, Kamis.
BACA JUGA: Pompa Sumber Air Bribin II Mangkrak Sejak 2017 Belum Diperbaiki
Meski berada di wilayah Gunungkidul, tetapi pemkab maupun PDAM tidak memiliki kewenangan didalam pengelolaan Sumber Sindon. Pasalnya, kewenangan masih berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). “Kewenangan sepenuhnya berada di BBWSO. Kabar terakhir sudah ada review desain untuk menghidupkan kembali, tapi pelaksanaan perbaikan kami belum mengetahuinya,” kata Toto.
Ditambahkanya, pengoperasian Sindon dengan teknologi mikrohidro dengan cara membuat bendungan di aliran sungai bawah tanah. Adapun prosesnya harus dibor sedalam 104 meter. “Dengan teknologi ini maka air bisa mengalir sampai permukaan. Tapi karena pompa hidrolis terendam banjir akibat dampak Badai Cempaka, maka tidak bisa berfungsi hingga sekarang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.