Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Jogja Data Usaha Digital
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Ilustrasi kecelakaan sepeda,/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL–Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Jalan Imogiri Barat ditetapkan sebagai jalan paling rawan kecelakaan selama 2023. Apa penyebab kawasan ini rawan kecelakaan?
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengatakan kondisi jalanan di Imogiri Barat yang minim penerangan dan banyak ruas jalan yang menghubungkan ke beberapa gang pun dinilai menjadi salah satu penyebab jalan tersebut rawan kecelakaan.
Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Kok Masih Banyak Pengendara di Imogiri Barat Tak Gunakan Helm
“Sarana lampu penerangan jalan masih belum memadai, kedua banyak tikungan yang menghubungkan akses ke kampung, selain itu rambu-rambunya juga masih belum lengkap,” katanya melalui telepon, Senin (18/9/2023).
Beberapa gudang pabrik yang ada di sepanjang Jalan Imogiri Barat pun membuat banyak kendaraan berat melintas di jalan tersebut. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan pun semakin tinggi di jalan tersebut.
“Imogiri barat karena sarpras belum lengkap disana banyak jalan gudang yang dilalui kendaraan besar, disana arus lalu lintas macet,” katanya.
Selain Jalan Imogiri Barat beberapa jalan di kabupaten Bantul yang rawan kecelakaan antara lain Jalan Pleret-Pathuk atau Jalan Cinomati yang berkelok dan memiliki tikungan tajam, kemudian Jalan Sultan Agung pergiaan Tembi ke arah timur hingga Stadion Sultan Agung,
Baca Juga: Terlindas Truk, Pengendara Motor Tewas di Jalan Jogja-Wonosari
Menurut Singgih mayoritas kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua dengan mayoritas pengendara berada di usia muda. Kemudian, menurut Singgih kecelakaan mayoritas terjadi pada waktu-waktu tertentu yakni pukul 06.00-09.00 WIB atau bersamaan dengan jam berangkat sekolah/kerja, dan pukul 15.00-18.00 WIB atau bersamaan dengan jam pulang kerja.
Singgih pun mengimbau agar pengendara tetap menggunakan kelengkapan kendaraan bermotor sesuai standar dan mematuhi lalu lintas saat berkendara.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, kedua masyarakat harus mulai membudayakan bahwa keselamatan itu kebutuhan, bukan seakan-akan menggunakan helm itu kewajiban, itu harus menjadi kebutuhan karena itu berdampak pada keselamatan diri kita dan orang lain,” katanya.
Singgih pun mengaku pihaknya dengan kepolisian setempat telah menggelar berbagai operasi tertib berlalu lintas untuk meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan