Prediksi Bali United vs Persita Tangerang: Susunan Pemain, H2H, Skor
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL—Harga bawang merah di Bantul sampai saat ini masih rendah di tengah musim panen. Bahkan di pasaran dihargai Rp9.000 per kilogram sehingga petani tidak mendapatkan untung. Pemkab setempat tengah berupaya untuk menstabilkan harga sehingga petani mendapat keuntungan.
Petani bawang merah sekaligus pembina Kelompok Tani Eka Lestari, Kapanewon Srandakan, Edi Nugroho mengatakan panen bawang merah pada musim ini sangat terpuruk sebab harga di pasaran sedang jatuh yakni Rp9.000 per kilogramnya jauh di bawah harga Brak Even Point (BEP) yang mencapai Rp12.000 per kilogramnya.
“Hampir seluruh petani bawang merah di Bantul saat ini terpuruk karena harga sedang jatuh. Tidak ada petani bawang merah yang merasakan keuntungannya,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/9/2023).
Keterpurukan petani bawang merah ini ditambah tidak ada solusi yang diberikan oleh pemerintah. Tidak seperti ketika harga komoditas mengalami kenaikan, pemerintah langsung merespon dengan melakukan operasi pasar murah untuk menurunkan harga.
"Mbok kalau saat harga jatuh seperti ini pemerintah melakukan sesuau. Misalnya menggelar operasi pasar membeli bawang merah sesuai dengan harga BEP," ujarnya.
BACA JUGA: Harga Bawang Merah di Lahan Pesisir Bantul Anjlok, Ini Penyebabnya
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih merespon keluhan petani terkait anjloknya harga bawang merah. Nantinya, pemkab, kata Halim, akan menyediakan anggaran untuk menyangga harga komoditas pertanian tertentu untuk menyelamatkan petani dari kerugian yang besar.
Apalagi, menurutnya, petani punya jasa besar untuk menyediakan pangan. Menurutnya seberapa besar kebutuhan anggaran yang harus disiapkan untuk penyangga harga komoditi pangan maka harus dihitung terlebih dahulu seperti berapa luas lahan bawang merah, cabai dan komoditi lainnya sehingga ketemu angka.
"Selain itu kita perkirakan di bulan apa harga komoditis jatuh dan jatuhnya tentunya di bawah BEP. Jadi kebijakan itu akan kita ambil ketika harga komoditi itu jatuh di bawah BEP,” katanya.
Lebih lanjut Halim mengatakan harga komoditi pertanian yang jatuh menjadi bencana bagi petani. Sehingga persepsi bencana harus diperluas bukan hanya bencana alam dan non alam namun juga bencana ekonomi.
"Jadi kalau harga komoditas pertanian jatuh juga menjadi bencana ekonomi bagi petani karena petani merugi,"ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.