Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat sudah ada lahan seluas 110 hektare yang panen bawang merah. Total komoditas yang dihasilkan sudah mencapai 1.430 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, budidaya bawang merah menjadi harapan baru bagi petani di Bumi Handayani. Paslanya, komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi ketimbang menanam padi.
BACA JUGA: Produksi Bawang Merah di Sleman mencapai 64.000 Kg
Ia mencatat hingga sekarang sudah ada 110 hektare yang panen bawang merah. Jumlah ini, masih bisa bertambah karena proses budidaya masih berlangsung.
“Untuk sentra tanam bawang merah ada di Kapanewon Wonosari, Playen, Purwosari, Semin. Selain itu, kawasan pesisir juga mulai ditanami seperti di Kapanewon Tanjungsari dan Tepus,” kata Raharjo, Senin (1/9/2025).
Berdasarkan pengubinan yang dilakukan, hasil budidaya mampu menembus 13 ton per hektarenya. Oleh karena itu, secara akumulasi panen yang dihasilkan telah mencapai 1.430 ton bawang merah.
“Memang ada tantangan yang harus diatasi, keberadaan fenomena kemarau basah membuat proses pemeliharaan tanaman bawang merah lebih sulit dari biasanya,” katanya.
Meski demikian, ia optimistis panen yang dihasilkan bisa maksimal karena rekornya dapat mencapai 4.000 ton dalam setahun. Upaya pendampingan terus dilakukan dengan menerjunkan petugas lapangan yang dimiliki sehingga dapat membantu para petani guna mengatasi persoalan hama pengganggu dalam proses budidaya.
Menurut dia, proses pemeliharaan menjadi kunci agar panen bisa optimal. Selain memastikan kebutuhan pupuk dan pasokan air mencukupi, upaya pengawasan terhadap hama juga wajib dilakukan sehingga saat terjadi serangan bisa teratasi sejak awal.
“Untuk harga relative stabil di kisaran Rp35.000-40.000 per kilonya sehingga petani bisa mendapatkan untung,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan, potensi budidaya bawang merah di Masyarakat semakin banyak sehingga dapat menambah pasokan kebutuhan di pasaran. Pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan berupaya agar harga tidak anjlok saat panen raya bawang merah.
“Harga sempat fluktuatif karena adanya tambahan pasokan dari luar daerah. Tapi, untuk sekarang relative stabil dab harapanya tidak anjlok,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Seorang petani di Kalurahan Giritirto, Purwosari sedang melakukan pemeliharaan terhadap tanaman bawang merah yang dimiliki. Foto diambil 28 April 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.