Gunungkidul Dorong Sport Tourism Lewat Kejurnas Sepatu Roda
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Petani bawang merah di Kabupaten Bantul mengeluhkan turunnya harga komoditas ini menjelang panen raya. Dari sebelumnya sempat menembus Rp40.000 per kilogram, kini harga hanya laku Rp20.000 per kilogram.
Kismanto, petani bawang merah asal Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, menyebut penurunan harga terjadi di sejumlah wilayah sentra produksi seperti Kretek, Sanden, hingga Srandakan. Menurutnya, sebagian petani sudah mulai panen, tapi puncak panen raya baru diperkirakan berlangsung dua hingga tiga pekan ke depan.
BACA JUGA: Sultan HBX Ungkap Sejarah Pramuka yang Lahir di Jogja
“Sekarang memang sudah ada yang panen, tapi jumlahnya belum banyak. Yang bikin khawatir, harga justru turun hampir 50 persen jelang panen raya. Saya tidak tahu nanti jatuhnya bisa sampai berapa lagi,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Selain bawang merah, Kismanto menyebut harga cabai juga mengalami penurunan tajam. Cabai teropong kini hanya Rp13.000 per kilogram, cabai merah besar Rp14.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp15.000 per kilogram.
“Harga cabai bisa berubah hitungan jam, bukan hari lagi. Untungnya, sebelumnya petani masih sempat meraup keuntungan besar saat harga cabai sempat menyentuh Rp30.000–Rp40.000 per kilogram,” tambahnya.
Ia menduga anjloknya harga bawang merah di Bantul dipengaruhi panen raya di sentra bawang merah besar seperti Nganjuk, Jawa Timur, yang saat ini masih berlangsung, serta panen bawang merah di kawasan Pantura Jawa Tengah seperti Brebes yang akan menyusul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menjelaskan harga break even point (BEP) bawang merah bagi petani di Bantul sekitar Rp15.000 per kilogram. Dengan harga Rp20.000 per kilogram saat ini, petani sebenarnya masih memperoleh keuntungan.
“Tapi ini kan harga jelang panen raya. Saat panen raya nanti, saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan naik atau justru makin turun,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.