Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Abdul Mukid menunjukan bawang merah usia 55 hari di lahan bawang merah Srigading, Sanden pada Rabu (25/8/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagian besar petani bawang merah di lahan pasir di pesisir Bantul mulai panen. Namun harga jual bawang merah justru anjlok.
Jatuhnya harga komoditas holtikultura tersebut diduga dipicu karena ada panen raya bawang merah di Jawa Timur.
BACA JUGA: Harga Pangan Hari ini 4 Agustus, Harga Sejumlah Komoditas Naik
Salah satu petani bawang merah di lahan pasir di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Sartono mengatakan harga bawang merah di tingkat petani hanya dihargai Rp10.000-12.000 per kilogram. Padahal panen sebelumnya masih di harga Rp25.000-30.000.
“Kalau bawang merah di lahan pasir rata-rata sudah panen pekan ini. Tapi harganya anlok sampai Rp10.000-12.000 per kilogram,” katanya, saat dihubungi Jumat (4/8/2023)
Adapun untuk bawang merah di lahan basah rata-rata mulai panen pada bulan depan. Untuk tanaman bawang merah di lahan pasir ada seratusan hektare. Namun Sartono hanya memiliki 1.400 meter persegi. Akibat harga turun ia terpaksa belum menjual bawang merah hasil panenan pada Rabu (2/8/2023) lalu. “Kalau punya saya masih di jemur, belum laku,” ucapnya.
Menurutnya, jika dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram maka akan merugi. Sebab untuk harga benih saja Rp60.000-70.000 per kilogram. Belum biaya pupuk dan pengurusan lahan bawang merah. Padahal sebelumnya harga bawang merah bisa tembus di angka Rp25.000-30.000 per kilogramnya.
Senada, petani bawang lainnya di Srigading, Sancoko mengungkapkan dalam satu pekan terakhir telah berlangsung panen bawang merah oleh sebagian petani. Namun di saat yang bersamaan harga bawang merah dari pedagang hanya ditawar Rp10.000-12.000 per kilogramnya.
Dengan harga seperti itu merugikan petani. Menurutnya untuk balik modal saja harga bawang di kisaran Rp17.000-18.000 per kilogram. “Kalau hanya laku Rp11.000 dipastikan petani rugi banyak,” ungkapnya. Jika harus disimpan lama atau dijemur juga bisa merugi karena beratnya akan menyusut.
Petani lainnya Mugari juga merasakan hal yang sama. Menurut dia, turunnya harga bawang merah di tingkat petani di Bantul dikarenakan akan ada panen raya bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur. Ia memprediksi bawang merah bakal turun lagi harganya.
Ia mengakui jika ada panen raya bawang merah bersamaan dapat menurunkan harga.”Ya resikonya kalau panen bersamaan pasti harga akan jatuh,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung