RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Abdul Mukid menunjukan bawang merah usia 55 hari di lahan bawang merah Srigading, Sanden pada Rabu (25/8/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagian besar petani bawang merah di lahan pasir di pesisir Bantul mulai panen. Namun harga jual bawang merah justru anjlok.
Jatuhnya harga komoditas holtikultura tersebut diduga dipicu karena ada panen raya bawang merah di Jawa Timur.
BACA JUGA: Harga Pangan Hari ini 4 Agustus, Harga Sejumlah Komoditas Naik
Salah satu petani bawang merah di lahan pasir di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Sartono mengatakan harga bawang merah di tingkat petani hanya dihargai Rp10.000-12.000 per kilogram. Padahal panen sebelumnya masih di harga Rp25.000-30.000.
“Kalau bawang merah di lahan pasir rata-rata sudah panen pekan ini. Tapi harganya anlok sampai Rp10.000-12.000 per kilogram,” katanya, saat dihubungi Jumat (4/8/2023)
Adapun untuk bawang merah di lahan basah rata-rata mulai panen pada bulan depan. Untuk tanaman bawang merah di lahan pasir ada seratusan hektare. Namun Sartono hanya memiliki 1.400 meter persegi. Akibat harga turun ia terpaksa belum menjual bawang merah hasil panenan pada Rabu (2/8/2023) lalu. “Kalau punya saya masih di jemur, belum laku,” ucapnya.
Menurutnya, jika dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram maka akan merugi. Sebab untuk harga benih saja Rp60.000-70.000 per kilogram. Belum biaya pupuk dan pengurusan lahan bawang merah. Padahal sebelumnya harga bawang merah bisa tembus di angka Rp25.000-30.000 per kilogramnya.
Senada, petani bawang lainnya di Srigading, Sancoko mengungkapkan dalam satu pekan terakhir telah berlangsung panen bawang merah oleh sebagian petani. Namun di saat yang bersamaan harga bawang merah dari pedagang hanya ditawar Rp10.000-12.000 per kilogramnya.
Dengan harga seperti itu merugikan petani. Menurutnya untuk balik modal saja harga bawang di kisaran Rp17.000-18.000 per kilogram. “Kalau hanya laku Rp11.000 dipastikan petani rugi banyak,” ungkapnya. Jika harus disimpan lama atau dijemur juga bisa merugi karena beratnya akan menyusut.
Petani lainnya Mugari juga merasakan hal yang sama. Menurut dia, turunnya harga bawang merah di tingkat petani di Bantul dikarenakan akan ada panen raya bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur. Ia memprediksi bawang merah bakal turun lagi harganya.
Ia mengakui jika ada panen raya bawang merah bersamaan dapat menurunkan harga.”Ya resikonya kalau panen bersamaan pasti harga akan jatuh,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima peserta Latsarmil SPPI meninggal dunia, Kemenhan dan Kemenkes bentuk tim investigasi untuk ungkap penyebabnya.
Toyota dan Joby Aviation bentuk aliansi strategis di AS untuk produksi taksi udara elektrik, siap sambut mobilitas masa depan.
Penandatanganan itu menandai resminya pembukaan pelayanan keimigrasian di MPP Klaten.
Michael Olise mencetak lima assist di Piala Dunia 2026 dan menyamai rekor legenda dunia. Ia kini hanya berjarak satu assist dari Pele.
Event yang digelar di kawasan wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat itu menjadi momentum penting mengenalkan potensi geowisata.