Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Grebeg Bambu Lord of the Pring./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Festival bertajuk Grebeg Bambu Lord of the Pring akan digelar di Muntuk, Kapanewon Dlingo pada 29 September hingga 1 Oktober 2023 mendatang. Festival ini digelar khusus mengangkat potensi kerajinan bambu yang dimiliki Kalurahan Muntuk.
Manager Event Grebeg Bambu Lord of the Pring, Riyanto Tan Ageraha menjelaskan Kalurahan Muntuk memiliki warisan kerajinan bambu yang kaya. Oleh karena itu, event ini akan menawarkan beragam pengalaman budaya dan kreatif bagi penduduk setempat maupun pengunjung.
“Festival ini dibuka dengan Pasar Rakyat Kuliner dan Produk Kreatif pada Jumat [29/9/2023]. Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian kuliner lokal terbaik dan menjelajahi kreativitas para perajin kami. Cobalah hidangan tradisional dan kontemporer yang mencerminkan keaslian warisan kuliner Muntuk,” ujarnya, Selasa (26/9/2023).
Di hari kedua, pengunjung disuguhkan keberagaman budaya Kalurahan Muntuk, seperti pergelaran seni tradisi yang merupakan sebuah pertunjukan seni tradisional. “Nikmati pertunjukan tari, musik, dan gejog lesung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjaga warisan unik kami,” ujar dia.
BACA JUGA: PENGEMBANGAN PARIWISATA: Festival Kampung Wisata Perkuat Inovas
Di hari terakhir, puncak acara Grebeg Bambu Lord of the Pring menampilkan Karnaval Fashion Bambu, sebuah peragaan busana yang memukau terinspirasi dari bambu. Kemudian Kenduri Bambu, sebuah pesta bersama dalam tradisi bambu.
“Pada puncak Grebeg Bambu Lord of the Pring, pengunjung bisa menyaksikan perpaduan seni, mode, dan tradisi dalam parade yang memukau, diikuti oleh pesta makan yang lezat di mana semua orang dipersilakan untuk bergabung,” kata dia.
Bagi pegunjung yang ingin ikut serta dalam perayaan ini, panitia menawarkan berbagai pilihan partisipasi. Pertama paket live in yang memberikan pengalaman merasakan atmosfer festival secara mendalam dengan tinggal di pusat Kalurahan Muntuk dan nikmati ketiga hari perayaan.
Kedua, paket kemping dengan memasang tenda di tengah keindahan alam Kalurahan Muntuk dan nikmati perayaan sambil merasakan keindahan alam. “Ketiga, tiket harian, pengunjung juga dapat memilih tiket harian untuk menikmati acara-acara tertentu selama festival,” katanya.
Tiket Grebeg Bambu Lord of the Pring dapat dibeli secara online di www.grebegbambu.com. “Festival ini adalah kesempatan bagi semua orang dari berbagai latar belakang untuk berkumpul, merayakan budaya bersama, dan menghargai keindahan kerajinan bambu. Kami mengundang semua orang untuk bergabung dalam acara ini dan merasakan keramahan Kalurahan Muntuk,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.