JOB FAIR JOGJA 2026: Karier Harus Dirancang Sejak Sekolah
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju
Suasana pembukaan Festival Kampung Wisata dengan menampilkan seni gejog lesung yang dibawakan perwakilan Kampung Wisata Tahunan, Jumat (22/9/2023). Triyo Handoko/Harian Jogja
JOGJA—Gelaran Festival Kampung Wisata kembali dihelat oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja untuk kelima kalinya pada, Jumat (22/9/2023).
Acara ini menampilkan potensi empat kampung wisata antara lain Warungboto, Tahunan, Pandeyan, dan Suro Amarto di depan Kantor Kemantren Mantrijeron.
Festival Kampung Wisata dibuka langsung oleh Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya. Sekda menyatakan kegiatan festival ini menjadi wadah ekspresi kampung wisata di Jogja, dan menjadi daya dukung pariwisata.
Selain itu, festival kali ini bertujuan memberikan ruang pembinaan bagi pengurus kampung wisata agar makin termotivasi untuk menelurkan inovasi layanan wisatanya. Kota Jogja memiliki 24 kampung wisata, masing-masing terlibat dalam Festival Kampung Wisata.
BACA JUGA: Tingkatkan Kunjungan Wisata, Festival Prawirotaman Digelar 2 Hari
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan kini sudah ada 20 kampung wisata yang mengikuti gelaran rutin per dua bulan sekali ini.
“Ke depan program ini akan kami tingkatkan, agar pembinaan kepada pengurus kampung wisata makin optimal. Selain itu ruang kegiatan ini juga bisa dijadikan wadah promosi kampung wisata ke wisatawan,” kata Wahyu Hendratmoko, Jumat sore.
Wahyu menyebut pembinaan kampung wisata dilakukan agar potensi yang ada di masing-masing wilayah terus berkembang. “Agar pilihan wisatawan ke Jogja makin beragam dan pengurus kampung wisata juga dapat meningkatkan ekonominya,” ujarnya.
Kampung wisata di Jogja, jelas Wahyu, semakin berkembang bila dilihat dari banyaknya kampung wisata yang menjuarai perlombaan.
“Ada Purbayan, Rejowinangun, bahkan di Giwangan dengan potensi Bendungan Lapen juga meningkatkan perekonomian warga di sana,” paparnya.
Potensi wisata, yang dimiliki kampung wisata di Kota Jogja beragam. “Dari potensi seni, sejarah, hingga kerajinan dan lainnya ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” tuturnya.
Festival Kampung Wisata, sambung Wahyu, hendak mewadahi potensi wisata tersebut. “Kalau ditampilkan akan makin banyak yang melihatnya sehingga proses promosi wisata juga kami dorong dalam kegiatan ini,” kata dia.
Salah satu pengurus Kampung Wisata Suro Amarto, Sri Purwatiningsih mengapresiasi ruang yang sudah diberikan Dinpar dalam Festival Kampung Wisata ini. “Kami baru berdiri tahun kemarin, dan kegiatan ini sangat membantu kami untuk meningkatkan promosi dan melihat inovasi dari kampung wisata lain,” katanya.
Purwanti menyebut kampung wisatanya menonjolkan agrowisata. Di sana terdapat wisata rekreasi pinggir Kali Code yang ramai tiap sore hari. “Selain itu juga ada pembibitan alpukat premium, agrowisata ini akan terus kami inovasikan agar menarik wisatawan,” ujarnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju
Pemerintah membayar bunga utang Rp514,39 triliun sepanjang 2025 atau hampir 20 persen dari total belanja pemerintah pusat.
The Jayakarta Yogyakarta menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dengan menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mendorong pembiayaan berbunga rendah dan perlindungan produk lokal saat meninjau PLUT Kulonprogo.
Sebagai salah satu pelaku bisnis jasa logistik, JNE menegaskan komitmennya memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.