Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Sekda Jogja Aman Yuriadijaya dan Kepala Disbud Jogja Yetti Martanti berfoto dengan anak-anak di Kelurahan Warungboto saat Sastra Anak di Kampung Kota pada Sabtu (30/9/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan anak di Kelurahan Warungboto mengikuti gelar Sastra Anak di Kampung Kota yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Disbud) Jogja pada Sabtu (30/9/2023).
Gelaran ini jadi yang ketiga kali diselenggarakan selama September ini dimana sebelumnya digelar di Kemantren Jetis dan Mergangsan.
Program Sastra Anak di Kampung Kota ini jadi salah satu cara Disbud Jogja meningkatkan pembangunan manusia khususnya pada anak-anak. Dimana ditanamkan pembelajaran nilai etika, daya imajinasi, dan kreativitas melalui sastra pada anak.
BACA JUGA: Bekas Gudang Tembakau Sorogedug Prambanan Terbakar, Begini Kronologi Kejadiannya
Dalam kegiatan tersebut aneka kegiatan diselenggarakan, antara lain pentas drama, macapat, geguritan, mewarnai hingga pengenalan aksara Jawa. Anak-anak di kampung-kampung Kota Jogja mendominasi penampilan gelaran ini Sastra Anak di Kampung Kota ini.
Kepala Disbud Kota Jogja Yetti Martanti menyebut program ini juga untuk menyongsong Festival Sastra 2023. “Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cerita tradisional yang mengandung pesan moral dan etika yang berharga, dengan harapan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat dalam tradisi dapat diwariskan kepada generasi muda,” jelasnya, Sabtu pagi.
Yetti menjelaskan bahwa sastra anak menghadirkan lanskap budaya, sejarah dan konteks sosial yang berbeda. “Melalui sastra, anak-anak dapat memperluas pemahaman mereka tentang dunia, orang-orang dan kekayaan tradisi. Sastra juga mengandung pesan pembelajaran nilai dan etika yang penting,” paparnya.
Pembangunan manusia untuk meningkatkan kualitasnya tersebut, menurut Yetti, adalah investasi masa depan untuk menjamin generasi datang memiliki nilai pedoman hidup yang penting. “Anak-anak dapat belajar tentang konsep persahabatan, kejujuran, dan penghormatan dll melalui cerita-cerita sastra. Sastra anak berkontribusi penting dalam perkembangan emosional, intelektual, imajinasi, rasa sosial, rasa etis serta religiusitas,” terangnya.
BACA JUGA: Inovasi Jepang Lahirkan Penghapus Unik yang Membuat Warganet Berdebat
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Jogja Aman Yuriadijaya mengapresiasi program tersebut. “Sebagai wahana untuk mengembangkan sumber daya manusia dan memastikan nilai budaya terus diwariskan program ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Masyarakat Jogja sangat antusias, jelas Aman, dalam berpartisipasi dalam program Sastra Anak di Kampung Kota. “Melihat suasana dan atmosfernya ini menandakan antusiasme masyarakat, terutama anak anak dalam melestarikan budaya dan sastra menjadikan kami optimis,” katanya.
Aman yang juga pembina salah satu sanggar seni di Kelurahan Warungboto ini berharap kedepan pembangunan manusia dengan melestarikan nilai budaya dapat ditingkatkan lagi. “Pembangunan tanpa kebudayaan tentu ada yang kurang, sehingga pembangunan budaya juga mesti diimbangi juga agar warisan yang ada dapat terus lestari,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.