Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kapanewon Sewon, Bantul telah menjalankan pengolahan sampah di masing-masing kalurahan. Hal ini sebagai upaya untuk merealisasikan visi Bupati Bantul yakni Bantul Bersih Sampah 2025, Bantul tidak lagi bergantung pada TPA Piyungan.
Panewu Sewon, Hartini, menjelaskan pengelolaan sampah sudah berjalan di setiap kalurahan. Ia mencontohkan seperti di Panggungharjo yang memiliki program Pasti Angkut. Dalam program ini secara digital menyediakan sistem layanan sampah paripurna.
“Baru-baru ini karena di sana lahannya juga sempit kemudian untuk mengelola sampah juga sangat kurang lahannya, di sana mempunyai inovasi Lusida, yakni Lubang Sisa Dapur. Untuk mengolah sisa-sisa bahan organik,” ujarnya.
Dengan difasilitasi Dana Keistimewaan, di kalurahan tersebut sudah dibuat sebanyak 1.400 Lusida. “Kemarin dibagikan, dan ini bersinergi dengan geliat masyarakat. Kalau di sana geliat masyarakat sudah mulai kelihatan dengan swadayanya,” paparnya.
Kemudian di Kalurahan Timbulharjo, saat ini mulai berjalan operasional lubang besar untuk mengelola sampah organik secara komunal yang digunakan oleh warga di 16 dusun. “Jadi sampah dikelola dan dipilah di situ dengan tim BUMKal [Badan Usaha Milik Kalurahan],” kata dia.
Di Pendowoharjo, sudah difasilitasi pengadaan motor roda tiga dengan bak terbuka sebanyak empat unit dan bantuan peralatan pengolahan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. “Itu mendukung pengangkutan sampah-sampah di masyarakat,” ungkapnya.
Adapun di Bangunharjo, pada awal September lalu telah diresmikan Tempat Pengolahan Sampah Recycle, Reuse, Reduce (TPS3R) yang dilengkapi dengan dua tungku pembakaran ramah lingkungan. Di TPS3R tersebut, selain untuk pengolahan sampah organik dan anorganik, diharapkan dapat menyelesaikan sisa sampah residu dengan pembakaran.
BACA JUGA : Optimalkan Pengelolaan Sampah, Setiap Dusun di Bantul Bakal Terima Rp50 Juta
Dengan berbagai upaya tersebut, maka yang diperlukan saat ini adalah dukungan dari masyarakat. “PR-nya sekarang adalah mari kita bersama-sama untuk berkampanye bersama, sosialisasi bersama, untuk merubah mindset masyarakat agar mau memilah sampah dari rumah tangga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Presiden Prabowo menjajal Kereta Nusantara Explorer dan menghadiri akad massal 62.000 KPR subsidi FLPP dalam kunjungan kerja di Jawa Tengah.
Pemkab Bantul memproses pengaktifan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan bebas kasus TKD berkekuatan hukum tetap.
Jogja menjadi salah satu pasar terbesar perekrutan kru kapal pesiar bagi PT Ratu Oceania Raya setelah Bali. Perusahaan perekrutan tenaga kerja itu bahkan memper
Kejagung memutasi 90 Kajari di Indonesia, termasuk pergantian Kajari Jakarta Barat berdasarkan SK tertanggal 29 Juli 2026.