Menuju 70 Tahun, Astra Usung Tema Berkarya & Tumbuh Bersama Indonesia
Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Dekranasda Jogja Atik Wulandari (kiri), Pejabat Walikota Singgih Raharjo (tengah) dan Kepala Disprinkop UKM Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo (kanan) saat membatik bersama di depan Gedung PDIN, Senin (2/10/2023). (Harian Jogja/Triyo Handoko)
Harianjogja.com, JOGJA—Hari Batik Nasional dirayakan Pemkot Jogja dengan beragam kegiatan, Senin (2/10/2023). Kegiatan perayaan hari batik tersebut antara lain pameran, peragaan busana, lomba, hingga membatik di Gedung PDIN Jogja.
Rangkaian program perayaan Hari Batik Nasional ini kolaborasi antara Pemkot Jogja dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jogja. Ketua Dekranasda Jogja Atik Wulandari menjelaskan perayaan ini dimaksudkan untuk terus melestarikan warisan budaya itu. “Batik sudah hadir sejak era Mataram kuno yang masih tetap eksis hingga kini, dimana juga sudah disahkan Unesco sebagai warisan dunia,” jelasnya.
Kota Jogja papar Atik juga merupakan kota batik dimana terdapat banyak pengertiannya untuk menunjang perekonomiannya. “Kekayaan batik di Kota Jogja mesti terus dilestarikan karena perannya yang strategis di masa kini sebagai kekayaan budaya sekaligus penunjang perekonomian UKM,” paparnya.
Baca Juga: Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober, Apa Motif Paling Populer di Indonesia?
Atik menjelaskan dalam perayaan itu, pihaknya menggandeng 35 UKM pengrajin batik untuk memamerkan karyanya. “Kami juga bikin lomba desain batik, pesertanya adalah siswa SMA sederajat, terdapat 80 peserta dan 100 karya desain batik,” terangnya.
Perlombaan desain batik ini dimaksudkan untuk memotivasi generasi muda untuk berinovasi dengan batik agar terus diminati masyarakat luas. “Ada lomba konten TikTok juga untuk terus mempromosikan batik sebagai warisan budaya yang penting untuk terus dilestarikan,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Sejarah Hari Batik Nasional yang Diperingati Setiap 2 Oktober
Sementara itu Pejabat Wali Kota Jogja menekankan batik sebagai warisan budaya berdasarkan keputusan Unesco pada 2009 silam. “Sebagai warisan budaya dunia, batik memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan untuk menunjang berbagai sektor di Kota Jogja mengingat banyak sekali pembatik di sini,” tuturnya.
Singgih juga mengapresiasi siswa-siswi SMA sederajat yang telah berpartisipasi dalam lomba dan perayaan Hari Batik Nasional. “Paritisipasi ini angin segar sekaligus optimisme agar batik dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi mendatang,” ucapnya.
Partisipasi berbagai pihak dalam melestarikan batik, lanjut Singgih, diperlukan supaya batik tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Penyesuian dengan zaman ini diperlukan, saya lihat desain batik siswa-siswi ini juga sangat menarik untuk dikembangkan sesuai tren,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.
Kemenhub memperkuat kesiapan personel SAR menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal melalui pembekalan keterampilan serta SOP keselamatan.