Kebun Salak di Sleman Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo mengaku bahwa selama Agustus 2023, laman Pemkab Kulonprogo menerima 129.239 serangan dari hacker atau peretas.
Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan mengatakan bahwa 129.239 serangan tersebut merupakan angka kumulatif dari semua laman milik Pemkab termasuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Ada top five hacking. Data Juli sampai Agustus 2023 menunjukkan serangan terbanyak pertama ada dari Amerika Serikat dengan jumlah 24.396 serangan. Kalau yang dari Indonesia ada 15.521, Singapura ada 8.951, Kamboja ada 3.274, Thailand 2.657. Itu mungkin iseng saja meretasnya,” kata Agung, Senin (2/10/2023).
Angka serangan tersebut, kata dia, meningkat jika dibandingan dengan serangan pada Juli 2023 yang mencapai 70.853 serangan.
Agung menerangkan beberapa jenis ancaman serangan tersebut antara lain malware dan ransomware yang digunakan untuk mencuri data, lalu SQL injection, phishing attack, dan denial of service (DoS).
“SQL Injection itu peretasan, phising attack itu mencuri data dengan cara pengelabuhan seperti undangan pernikahan berformat apk, kalau DoS itu gagal melakukan akses. Kami bisa tahu server yang menyerang itu karena kami punya firewall,” katanya.
BACA JUGA: Bareskrim Ikut Usut Kasus Peretasan Data oleh Bjorka
Lantaran serangan yang diterima Pemkab Kulonprogo tergolong banyak, maka Diskominfo terus berupaya mengedukasi terkait dengan budaya literasi siber. Pasalnya meskipun serangan terjadi dari luar tetapi sering serangan peretas mudah menembus sistem akibat kata kunci yang ada mudah ditebak.
“Ada workshop, pelatihan, sharing knowledge, dan juga sertifikasi keamanan siber. Kami pernah mengundang komunitas peretas untuk menyerang server Diskominfo. Jadi mereka bisa menemukan kelemahan server kami. Mereka tidak minta bayaran tetapi sertifikasi dari kami bahwa mereka bisa menembus server dan menunjukkan kelemahannya,” ucapnya.
Lebih jauh, Agung menegaskan bahwa apabila OPD di Kulonprogo memerlukan pengamanan maka OPD terkait dapat bersurat ke Diskominfo. Selanjutnya, Diskominfo akan melakukan kriptografi yang menyasar keamanan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi (TI), sampai backup data.
Laman Pemkab Kulonprogo, kata Agung, pernah diretas sehingga muka lama tersebut menampilkan tulisan berkaitan dengan terorisme. Tidak hanya itu laman tersebut pernah menampilkan foto bermuatan pornografi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.