DPRD Kabupaten Magelang Dorong Penguatan BPD dan Keterwakilan Perempuan
DPRD Kabupaten Magelang membahas perubahan Perda tentang BPD dengan menyoroti keterwakilan perempuan minimal 30%, peningkatan kapasitas anggota, dan penguatan
Podcast Komisi II DPRD Kulonprogo yang bertajuk “Kebijakan Pengembangan Pertanian Hortikultura di Kulonprogo” dengan narasumber Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso (kanan) dipandu pembawa acara Widya Pradipta (kiri). (Tangkapan layar/ Harian Jogja-Lajeng Padmaratri)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Guna meningkatkan potensi hasil pertanian hortikultura di Kulonprogo, Komisi II DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab Kulonprogo mempermudah akses petani untuk menggunaan teknologi pertanian.
Kabupaten Kulonprogo dikenal unggul di bidang pertanian hortikultura, mulai dari cabai di lahan pesisir hingga bawang merah. Meski demikian, potensi ini masih belum dimaksimalkan dan menghadapi sejumlah tantangan.
Dalam acara Podcast Komisi II DPRD Kulonprogo yang bertajuk Kebijakan Pengembangan Pertanian Hortikultura di Kulonprogo, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso mengurai kondisi pertanian hortikultura di kabupaten tersebut dan tantangan yang menyertainya.
“Kulonprogo punya potensi yang besar untuk pertanian hortikultura. Di wilayah selatan ada pertanian cabai, bawang merah, melon, dan semangka. Di utara, ada durian. Namun, kebutuhan petani untuk meningkatkan hasil pertanian perlu didorong sarana dan prasarana yang baik, seperti irigasi dan dukungan alih teknologi,” ujar Priyo dalam siniar tersebut dikutip pada Jumat (6/10/2023).
Saat ini, jumlah petani di Kulonprogo terus berkurang dengan minimnya minat anak muda terhadap bidang ini. Sementara itu, kebutuhan petani untuk meningkatkan hasil pertanian terus meningkat. Jika terus dibiarkan dan tidak dibarengi dengan fasilitas seperti alih teknologi, maka kesejahteraan petani sulit meningkat.
Dukungan Pemkab Kulonprogo untuk membantu petani mengakses teknologi pertanian sangat penting. Jika tidak ada alih teknologi, daya jangkau untuk meningkatkan produk pertanian hortikultura di Kulonprogo sangat sulit, apalagi teknologi masih menjadi sesuatu yang tidak murah bagi petani.
“Memang sudah ada petani yang menggunakan teknologi, seperti alat penyemprot air otomatis di lahan pasir pertanian cabai di Trisik. Tapi persoalannya tidak semua petani mampu berinvestasi untuk menggunakan teknologi. Nilai investasi petani kita masih kurang, sehingga perlu bantuan akses dari pemerintah,” terang politisi dari PAN ini.
Menurutnya, Pemkab Kulonprogo bisa mencanangkan program subsidi bunga bagi petani untuk mengakses teknologi pertanian. Selama ini, subsidi bunga sudah mulai diterapkan bagi pelaku UMKM. Jika petani juga diberi program serupa, niscaya beban petani dalam mengakses kebutuhan alih teknologi pertanian bisa berkurang.
Priyo juga mengakui jika kemampuan keuangan daerah yang terbatas, sehingga alokasi anggaran yang ada belum optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura di Kulonprogo. Untuk itu, ia mendorong Pemkab Kulonprogo untuk menghubungkan potensi pertanian dengan konsep kultural sehingga bisa mengajukan pendanaan dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
“Seperti organisasi perangkat daerah yang lain bisa mengakses danais, kami komisi II meminta dinas pertanian memaksimalkan bagaimana pertanian kita berbasis budaya, sehingga nanti bisa di-backup danais. Karena jika hanya menggunakan APBD, kurang optimal,” ujarnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kabupaten Magelang membahas perubahan Perda tentang BPD dengan menyoroti keterwakilan perempuan minimal 30%, peningkatan kapasitas anggota, dan penguatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk tujuh kandidat Direktur Jenderal WHO. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.