Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Ilustrasi kesehatan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - RSUP Dr. Sardjito Jogja sedang mengembangkan layanan menuju taraf internasional guna mendukung target menjadikan wilayah setempat sebagai lokasi medical tourism atau wisata medis di DIY.
Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Jogja Eniarti mengatakan, rencana tersebut sudah disampaikan kepada Pemda DIY bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menjadikan rumah sakit plat merah itu bertaraf internasional.
"Salah satu rencana pengembangan terdekat adalah mendukung upaya pengembangan medical tourism di DIY," kata Eniarti, Jumat (6/10/2023).
BACA JUGA : Usai Menjalani Operasi di RSUP Sardjito, Kondisi Kesehatan Cak Nun Dikabarkan Membaik
Eniarti menuturkan, pengembangan RSUP Dr. Sardjito Jogja ke depannya tentu harus sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan. Pemda DIY pun berharap agar rumah sakit itu berkembang menyokong medical tourism di DIY.
"Kita tahu, DIY adalah daerah tujuan wisata dan dunia pariwisatanya terus berkembang. Tentu saja hal ini juga membutuhkan layanan rumah sakit yang bertaraf internasional, sehingga kami berencana untuk berkembang ke arah sana," katanya.
Namun demikian, Eniarti menyebutkan rencana pengembangan itu tentu butuh persiapan yang matang dan pihaknya pun sudah mendapatkan lampu hijau dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Beliau menyatakan setuju dengan rencana pengembangan RSUP Dr. Sardjito ke depannya. Untuk itu kami juga diminta memenuhi semua standar yang telah ditentukan untuk sebuah rumah sakit bertaraf internasional,” imbuhnya.
BACA JUGA : Rute Trans Jogja ke RS Sardjito, RS Hardjolukito, RS PKU, RS Panti Rapih dan RS YAP
Eniarti menambahkan, dengan telah mengantongi izin dari Sri Sultan, rencana pengembangan RSUP Dr. Sardjito Jogja menjadi rumah sakit bertaraf internasional akan masuk dalam rencana strategis bisnis RSUP Dr. Sardjito tahun 2024 mendatang.
"Setelah itu, baru nanti bisa diturunkan ke rencana bisnis anggaran, baru masuk dalam rencana kerja anggaran kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.