Dari Tebing Breksi ke Panti, Touring JNE-FJ2 2026 Penuh Aksi Sosial
Touring JNE bersama jurnalis Jogja di Gunungkidul tak sekadar perjalanan, tapi juga aksi sosial dan dukung UMKM lokal.
Minuman keras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua orang warga Kasihan Bantul dan seorang warga Jogja dilaporkan meninggal diduga akibat minuman keras (miras) oplosan. Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus warga yang meninggal akibat mengonsumsi miras oplosan di wilayah DIY.
Kedua warga Kapanewon Kasihan, Bantul yang tewas tersebut diagnosa intoksikasi metanol atau keracunan minuman keras (miras) oplosan. Pasien pertama meninggal dunia pada hari Minggu 1 Oktober 2023 dan seorang lainnya meninggal pada Senin 2 Oktober 2023.
"Pasien pertama yang masuk, RY, laki-laki berusia 20 tahun. Masuk pada Minggu sore, habis asyar. Meninggal jam 20.30 WIB, posisi masih di UGD. Kemudian pasien kedua, BS, masuk Minggu malam jam 20.00 WIB, laki-laki usia 27 tahun meninggal pada Senin jam 04.00 pagi," jelas Humas PKU Muhammadiyah Gamping, Rubiyanto, Sabtu (7/10/2023).
Kedua pasien saat masuk UGD sudah dalam tahap kritis. Terjadi penurunan kesadaran, sesak nafas dan kekurangan oksigen dalam tubuh pasien. "Kedua pasien saat datang kondisinya sangat buruk. Itu hasil tesnya saat itu. Kedatangan kedua pasien tidak bersamaan dan yang mengantar tidak saling mengenal. Hanya saja, gejalanya sama-sama intoksikasi metanol," jelasnya.
BACA JUGA: Begini Kronologi Warga Kulonprogo Tewas Akibat Miras Oplosan
Berbeda dengan keduanya, lanjut Rubi, seorang pasien lainnya, AY, laki-laki usia 50 tahun masuk pada Kamis 5 Oktober 2023 sekitar pukul 08.00 WIB dan sampai saat ini masih dirawat di ICU. AY tercatat sebagai warga Gamping, Sleman. Dia dirawat dengan diagnosa intoksikasi alkohol.
Kondisi pasien sebelumnya dirawat dalam pengawasan di critical care ICU karena terjadi penurunan kesadaran dan obat-obatnya masih disupport life saving. "Saat ini, kondisi pasien mulai membaik setelah dirawat di ICU. Rencananya sore ini akan dipindah ke bangsal perawatan," paparnya.
Kasus pasien dengan intoksikasi metanol hingga menyebabkan korban meninggal dunia, baru pertama terjadi tahun ini. Dia berharap masyarakat tidak mengonsumsi miras oplosan karena kadar alkoholnya tidak bisa terukur. Apalagi jika dicampur dengab bahan lainnya.
"Sebenarnya mendekati minuman alkohol saja tidak boleh apalagi minum minuman beralkohol. Ditambah lagi miras oplosan, itu sangat mematikan. Kasus seperti ini sering terjadi di masyarakat dan kami imbau agar jangan mendekati apalagi mengonsumsi miras oplosan karena taruhannya adalah nyawa," tuturnya.
BACA JUGA: Terungkap! Ini Jenis Miras Oplosan yang Renggut Nyawa 5 Warga Bantul
Terpisah, Pj Humas RS PKU Jogja Alfis Khoirul Khisoli mengakui terdapat seorang pasien laki-laki warga Pingit Kota Jogja pada Jumat (6/10/2023) sore. Dia belum dapat merinci penyebab kematian pasien tersebut namun demikian kuat dugaan akibat intoksikasi alkohol. "Pasien sempat dirawat di ICU namun dinyatakan meninggal pada kemarin sore. Apakah ada keterkaitannya denga rentenan kejadian sebelumnya, kami tidak tahu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Touring JNE bersama jurnalis Jogja di Gunungkidul tak sekadar perjalanan, tapi juga aksi sosial dan dukung UMKM lokal.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.