LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KULONPROGO—Direktur RSUD Wates, dr. Eko Budiarto memberikan tanggapan terkait warga Kulonprogo yang meninggal dunia diduga akibat miras oplosan.
“Senin malam [2/10/2023] RSUD Wates hanya menerima satu pasien keracunan alkohol dan akhirnya meninggal dunia,” kata Eko dihubungi, Rabu (4/10/2023).
Eko menjelaskan korban datang dengan kondisi penurunan kesadaran sekitar pukul 21.15 WIB dan dirawat di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Dua setengah jam kemudian, korban mengalami henti nafas dan henti jantung.
BACA JUGA: Miras Oplosan Kembali Makan Korban, 2 Warga Kulonprogo Ini Meninggal Dunia
“[Korban] datang dengan penurunan kesadaran pukul 21.15 WIB dirawat di IGD, terjadi henti nafas dan henti jantung jam 23.30 WIB. Meninggal dunia,” katanya.
Sebelum korban meninggal dunia, Eko mengaku belum ada pengecekan kadar alkohol. Oleh sebab itu, dia tidak dapat memberikan pernyataan mengenai penyebab meninggalnya korban.
“Kalau riwayatnya bersama-sama minum [miras] oplosan itu. Tapi pengecekan kadar alkohol belum sempat dilakukan karena pasien sudah henti jantung dan henti nafas di IGD,” ucapnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa personel unit reskrim Polsek Panjatan selesai melaksanakan pendalaman terkait adanya orang meninggal dunia yang diduga keracunan minuman alkohol pada Selasa (3/10/2023).
Dari pendalaman tersebut didapati bahwa terdapat empat warga Kulonprogo keracunan minuman beralkohol berinisial AA, KP, TAF, CA .
Dari empat tersebut dua di antaranya meninggal dunia yaitu AA,34 dan KP, 35. AA lah yang kemudian dibawa ke RSUD Wates setelah mengalami gejala pusing, gelisah, tidak dapat melihat, dan akhirnya pingsan pada Senin (2/10/2023).
BACA JUGA: 5 Warga Bantul Tewas Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan
Sementara itu, KP yang merupakan warga Kalurahan Panjatan dibawa ke RSU Rizki Amalia Medika di Lendah. KP juga mengalami gejala pada mata seperti yang dialami AA yaitu penglihatan kurang. KP akhirnya meninggal pada Selasa (3/10/2023) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Kadin melaporkan investasi domestik hampir Rp2.000 triliun.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 1 November 2026 didominasi berawan. Kulon Progo udara kabur, suhu berkisar 22–31 derajat Celsius.