Rekomendasi UNESCO Pemda DIY Bentuk Sekretariat Pengelolaan Sumbu Filosofi

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 11 Oktober 2023 18:27 WIB
Rekomendasi UNESCO Pemda DIY Bentuk Sekretariat Pengelolaan Sumbu Filosofi

Suasana rapat koordinasi pembentukan sekretariat pengelolaan kawasan Sumbu Filosofi antara Pemda DIY, Pemkab Bantul dan Pemkot Jogja, Selasa (10/11/2023). - Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY segera membentuk sekretariat bersama untuk pengelolaan Sumbu Filosofi guna menindaklanjuti rekomendasi UNESCO setelah ditetapkan menjadi warisan budaya dunia beberapa waktu lalu.

Seluruh jajaran kabupaten/kota diminta mewujudkan hal tersebut dengan membuat organisasi khusus penanganan Sumbu Filosofi.

Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, struktur sistem pengelolaan dan koordinasi untuk Sumbu Filosofi terdiri dari perpaduan sistem tradisional Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat alias Kraton Jogja dan pemerintahan terkini.

Menurutnya ada empat struktur pengelolaan dalam management plan yang dirancang yakni sekretariat bersama untuk level keputusan dan kebijakan, pengelola situs kawasan sumbu filosofi untuk level operasional, kelompok kerja teknis sumbu filosofi level masyarakat, dan sistem tradisional yaitu tata rakiting paprentahan dan tata rakiting wewangunan oleh kraton.

“Tujuan kami adalah mewujudkan kelestarian nilai-nilai keistimewaan dan kesejahteraan masyarakat. Nah bentuknya berupa pengelolaan kawasan terbadu berbasis pemberdayaan budaya dan ekonomi masyarakat,” jelas Beny, Rabu (11/10/2023).

Pada ruang lingkup pengelolaan, dilakukan oleh empat unsur yaitu Kraton Jogja, Pemda DIY, Pemkot Jogja, dan Pemkab Bantul. Substansi pelaksanaan ada pada sektor perencanaan, sektor infrastruktur, sektor kebudayaan dan pariwisata, sektor ekonomi dan perdagangan, dan sektor ketentraman dan ketertiban umum.

BACA JUGA: Peringatan Dini Kekeringan, Sejumlah Wilayah DIY Bakal Tak Ada Hujan hingga 2 Bulan

“Legalitas pengelolan kawasan terpadu ini akan melalui pembentukan sekretariat bersama, pengelolaan warisan dunia sumbu filosofi, Peraturan Gubernur DIY tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi, penyusunan Memorandum of Understanding, penyusunan perjanjian kerja sama, pembagian kewenangan dan pendanaan,” ujar Beny.

Sekretariat ini bertugas mengomunikasikan pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi kepada UNESCO melalui Perwakilan Indonesia untuk UNESCO; menyusun arah kebijakan dan strategi (tahapan, pendanaan) Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi dan Melaksanakan koordinasi dan integrasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program/kegiatan, pengganggaran Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi sesuai dokumen rencana pengelolaan/management plan oleh semua pihak. 

"Juga melaksanakan evaluasi dan perubahan dokumen rencana pengelolaan/management plan, kemudian melaporkan pelaksanaan pengelolaan warisan dunia sumbu filosofi kepada Gubernur sekurang-kurangnya satu bulan sekali," katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online