Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Ilustrasi lokasi tanah longsor./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari berharap kepada Pemkab Gunungkidul segera memperbaiki kerusakan jalan akibat longsor yang terjadi 16 Februari 2023. Meski jalur sudah bisa dilalui, tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki.
Lurah Tegalrejo, Sarjono mengatakan, belum ada penanganan signifikan terhadap longsor perbukitan di wilayahnya yang sempat memutus akses jalan masyarakat. Agar bisa dilalui warga kerja bakti mengurangi material longsoran sehingga jalan yang sempat tertutup bisa dilalui. “Jalan yang tertutup berstatus milik kabupaten. Kami berharap bisa segera diperbaiki,” kata Sarjono kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).
Menurut dia, penanganan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat hanya bersifat sementara. Untuk akses, pada saat kemarau seperti sekarang masih bisa dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. “Material tanah yang sempat menutupi jalan hanya disingkirkan dengan dibuang ke jurang di samping jalan sehingga bisa dilalui,” katanya.
BACA JUGA: Sering Terjadi Bencana, Komisi III Dorong Peningkatan Kualitas Jalan di Wilayah Utara
Meski demikian, lanjut Sarjono, saat memasuki musim hujan kondisinya akan sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan bisa memicu terjadinya longsor susulan. “Makanya kami berharap bisa segera diperbaiki. Sebab, kalau musim hujan jelas tidak bisa dilewati karena akan sangat berbahaya dikarenakan ada potensi longsor susulan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Carik Tegalrejo, Sugiyanto mengatakan, bukit longsor yang menutup jalan kabupaten terjadi 16 Februari 2023 lalu. Menurut dia, material longsor yang menutup jalan sangat menggangu warga. Pasalnya, akses menjadi terputus sehingga warga harus memutar sejauh enam kilometer untuk bisa beraktivitas.
Meski demikian, Sugiyanto mengakui ada inisiatif warga untuk membuka jalan yang tertutup longsor. Upaya kerja bakti pembukaan sudah dimulai sejak pertengahan April lalu.
Total ada tujuh padukuhan yang warganya mengandalkan jalan ini untuk beraktivitas sehari-hari. Ketujuh padukuhan meliputi Ketelo; Gupit; Cremo; Ngipik; Hargosari; Soko dan Batuturu. “Biasanya lewat jalur yang ini, tapi karena tertutup longsor maka harus memutar sejauh enam kilometer,” katanya.
Dia berharap material longsoran bisa segera ditangani agar aktivitas warga kembali normal. Menurutnya, jalur alternative yang dinilai terlalu jauh dan kondisinya juga berbahaya karena terlalu ekstrem. “Naiknya ekstrem sehingga berbahaya bagi warga maupun anak-anak sekolah yang beraktivitas. Mudah-mudahan bisa segera dikeruk agar akses kembali normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.
Bareskrim mengamankan WN Taiwan berinisial YCY terkait 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun yang diangkut kapal MT Global 168.