WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Para pemain kolaborasi dari sembilan negara Asean mementaskan kisah Panji, di ISI Yogyakarta, Jumat (13/10/2023)/ist Kemendikbudristek
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak sembilan negara delegasi dari Asean mementaskan kisah Panji dalam Asean Panji Festival, di ISI Yogyakarta, Jumat (14/10/2023) malam. Festival yang berlangsung di sejumlah kota ini memperingati enam tahun ditetapkannya naskah cerita Panji sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menjelaskan cerita Panji berasal dari Indonesia tapi tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Tailand, Myanmar, Malaysia dan lainnya dalam berbagai bentuk.
“Ini adalah kesempatan kita untuk mempertemukan berbagai bentuk ekspresi dari Panji di berbagai negara dengan format festival. Pertunjukan ini menjadi pembuka sebagai hasil kolaborasi dari beberapa negara yang selama dua minggu ini berproses membuat karya ini,” katanya.
Festival ini merupakan upaya untuk menggali kekayaan budaya dalam kisah Panji sebagai basis dari ekspresi-ekspresi yang baru. “Komik misalnya, film, sastra modern. Itu dimungkinkan untuk mengangkat cerita Panji. Harapannya bisa muncul inisiatif baru dari berbagai negara dan menjadi wadah untuk berdiskusi dan mempertemukan berbagai inisiatif,” paparnya.
Dalam pertunjukan kolaborasi ini terjadi dialog antar negara dalam ranah kebudayaan. “Saya cukup yakin karena akarnya sama, jadi diskusi dan dialog untuk mengembangkan kisah Panji ini masih sangat terbuka,” ungkapnya.
BACA JUGA: Menjaga Akal dan Bumi di Peristiwa Sastra FKY 2023
Sembilan negara yang berkolaborasi dalam pertunjukan ini meliputi Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Tailand dan Vietnam. Adapun pementasan di Indonesia digelar di beberapa kota, yakni di Jogja, Kediri, Malang, Surabaya dan Solo.
Kisah Panji telah ditetapkan sebagai Memory of The World oleh Unesco pada 2017 lalu. Penetapan ini menjadi pengingat kita semua akan kekayaan intelektual dan kultural yang harus senantiasa dijaga, dirawat dan dikembangkan.
Adapun kisah Panji berasal dari jawa Timur, menceritakan romansa antara Raden Panji Asmarabangun dari Kerajaan Jenggala dan Dewi Sekartaji dari Kerajaan Panjalu. Kisahnya dipahat dalam relief di belasan candi di Jawa Timur, dikisahkan dalam banyak dongeng, dituliskan dalam naskah-naskah kuno dan disajikan dalam berbagai seni pertunjukan.
Kisah Panji menyebar ke seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, seluruh Sumatera hingga semenanjung Melayu, bahkan lebih populer di Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Dengannya, Panji sesungguhnya telah menjadi milik bersama bangsa-bangsa Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.