WJNC 2026 Diperluas Jadi Festival Sepekan, Libatkan 14 Kemantren
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Suasana Temu Alumni SV UGM pada Sabtu (14/10/2023) di Gedung TILC UGM./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Ratusan alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (Kavogama) menghadiri Temu Alumni SV UGM secara luring maupun daring. Pada momen ini puluhan beasiswa dibagikan turut dibagikan kepada mahasiswa SV UGM.
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Agus Maryono mengungkapkan alumni SV UGM kini jumlahnya mencapai 50.000-an dan telah tersebar di berbagai sektor. "Hampir setiap kita datang di suatu tempat, ketemu alumni SV ini luar biasa," jelasnya pada Sabtu (14/10/2023) di Gedung TILC UGM.
BACA JUGA: Permukaan Air Tanah di Jogja Semakin Menurun, Ini Penjelasan Pakar UGM
"Kita bahagia sekali para alumni dengan luar biasa juga mendukung kita dan kita ingin selalu bergandengan tangan," imbuhnya.
Temu alumni yang digelar dalam rangka Dies SV UGM ke-14 sekaligus jadi momen peluncuran Career Development Center [CDC] yang berkolaborasi dengan Kavogama. "Ini merupakan kerja sama Sekolah Vokasi dengan alumni bergandengan tangan," ujarnya.
"Nanti alumni dari mana-mana sedang mampir ke Jogja kita undang untuk stay, mahasiwa bisa tanya-tanya di situ [CDC] bisa online bisa offline," lanjutnya.
Selain meluncurkan CDC, temu alumni kali ini juga menyerahkan sejumlah beasiswa kepada mahasiswa. Di antaranya 20 beasiswa Kavogama Award bagi 20 mahasiswa SV UGM dengan nilai total mencapai Rp20 juta.
Ketua Kavogama, Mas Yanto Herlianto menjelaskan agenda temu alumni SV UGM kali ini merupakan yang ke-8 yang pernah digelar semenjak berdirinya Kavogama. Dalam setiap edisinya, temu alumni selalu menyerahkan beasiswa Kavogama Award kepada mahasiswa SV UGM.
"Kavogama Award sampai temu alumni ini sudah diberikan kepada 157 mahasiswa. Itu berkat dari dukungan teman-teman alumni," ungkapnya.
Momen temu alumni kata Yanto bukan hanya sekadar melepas kerinduan semata. Temu alumni disebut Yanto juga akan merumuskan berbagai program kerja untuk membantu SV UGM maupun masyarakat luas. Dalam momen ini diberikan juga Penghargaan Alumni Cipta Kerja dari SV UGM kepada sejumlah alumni.
Di sisi lain, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamaji mengungkapkan alumni sangat dibutuhkan untuk kemajuan institusi dan kolaborasi. Tidak hanya Dalam bentuk beasiswa, kolaborasi alumni dan institusi dapat diwujudkan dalam berbagai hal. Seperti berbagi pengetahuan sebagai praktisi pengajar hingga bantuan pengembangan inovasi mahasiwa.
"Kolaborasinya juga di bidang akademik. Karena kegiatan akademik juga diperlukan praktisi mengajar," tuturnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men