Tedhak Siten di Tegalrejo Jadi Media Kenalkan Nilai Luhur Jawa
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Logo Bawaslu (IST)
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul telah membentuk 17 Desa Antipolitik Uang (APU) di Kabupaten Bantul. Pembentukan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya politik uang selama penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2024.
Kepala Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan pembentukan Desa APU tersebut tersebar dalam 11 kapanewon di Kabupaten Bantul.
Menurut Didik pembentukan Desa APU dengan pendekatan berbasis masyarakat tersebut dinilai dapat menangkal politik uang selama masa pemilu. Keberadaan desa tersebut menurutnya untuk memperkuat gerakan masyarakat anti politik uang di sejumlah desa.
“Kita lebih pada pembangunan gerakan masyarakat [anti politik uang]. Karena harapan kita melalui gerakan masyarakat itu lebih menjamin tingkat keberhasilan gerakan [anti] politik uang daripada secara regulatif, pendekatan kita bangun berbasis gerakan masyarakat, sehingga gerakannya berbasis kesadaran kolektif,” katanya melalui telepon, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Antisipasi Isu SARA di Bantul
Dalam pembentukan Desa APU, menurut Didik dilakukan pula edukasi kepada pemilih pemula agar dapat menghindari politik uang selama penyelenggaraan pemilu tahun depan.
“Kepada pemilih pemula kita tekankan politik uang merupakan suatu virus demokrasi yang mengancam pemilu bersih,” katanya.
Menurut Didik, jumlah Desa APU di Kabupaten Bantul masih akan terus bertambah sering. Hal itu menurut Didik akan dilakukan seiring dengan pendampingan dan penguatan kepada Desa APU yang telah terbentuk.
“Ketika ada dusun yang berhasil kita jadikan embrio Desa APU, itu akan secara beriringan dengan pembentukan desa APU atau yang saat ini masih merintis [Desa APU],” katanya.
Baca Juga: Bawaslu: Pemilu Bukan Ajang Polarisasi tapi Sarana Mempersatukan Bangsa
Selain melalui pembentukan Desa APU, menurut Didik, edukasi dan sosialisasi terkait dengan antisipasi politik uang dalam penyelenggaraan pemilu juga dilakukan dengan bekerjasama dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Selain itu Bawaslu Kabupaten Bantul juga bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul untuk menggencarkan sosialisasi anti politik uang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun