Kelompok Tani di Kulonprogo Terima Rp200 Juta dari APBN untuk Bangun Green House

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 18 Oktober 2023 17:37 WIB
Kelompok Tani di Kulonprogo Terima Rp200 Juta dari APBN untuk Bangun Green House

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo bersama kelompok tani di Padukuhan Keboan, Karangwuni, Wates menggelar wiwitan panen melon, Senin (16/10/2023)./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Padukuhan Keboan, Karangwuni, Kapanewon Wates mendapat bantuan pendirian green house senilai Rp200 juta. Bantuan tersebut berasal dari APBN 2023.

Staf Bidang Produksi, Perlindungan Tanamanan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Ishom Ari Wibowo mengatakan bantuan dari APBN tersebut digunakan untuk pendirian green house melon satu unit dengan luasan minimal 200 meter persegi. Dari situ juga ada bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).

"Untuk bantuan satu unit dengan anggaran Rp200 juta untuk green house di kelompok Ngudi Rejeki, sedangkan untuk kawasan kampung melon berupa saprodi di kelompok tani Sumber Mulyo, di dusun yang sama," kata Ishom ditemui di kantornya, Rabu (18/10/2023).

Ishom menambahkan untuk KT Sumber Mulyo mendapat fasilitas saprodi dan benih melon varietas alisha.

Menurut dia, pertanian hortikultura utamanya melon dapat dikembangkan dengan baik di Kulonprogo. Hal tersebut mendasarkan pada hasil panen melon di Padukuhan Keboan pada Senin (16/10/2023). "Penanaman melonnya pada Agustus lalu. Senin kemarin [16/10/2023] panen. Melon kan tanaman musiman. Harapan kami ke depan bisa dilanjutkan [budi daya melon]," katanya.

BACA JUGA: Ditemukan Jalan Tak Layak, Infrastruktur Pertanian di Kulonprogo Perlu Ditingkatkan

Kepala Bidang Hortikultura DPP Kulonprogo, Juliwati, mengatakan bahwa penanaman melon di lahan seluas 10 hektar mampu memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Petani mampu memperoleh hasil dari penanaman melon dengan hasil yang cukup signifikan. Penanaman melon dari bantuan pemerintah ini sudah dilaksanakan pada 15 Agustus 2023," kata Juliwati.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan bahwa sebelum panen dilaksanakan, melon yang masih ditanam sudah dibeli oleh tengkulak dengan sistem tebas. Dengan ini, petani dapat memperoleh tambahan pendapatan.

"Diharapkan bantuan semacam ini dapat terus dilaksanakan kepada kelompok-kelompok tani yang membutuhkan. Kepada masyarakat sekitar juga dipersilakan kalau ada yang masih membutuhkan bisa mengajukan permohonan bantuan," kata Trenggono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online