Masyarakat Diajak Meningkatkan Penghasilan dengan Budi Daya Bawang
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
SLEMAN—Bulan Oktober menjadi sebuah momentum istimewa karena pada tanggal 2 Oktober kita memperingati Hari Batik Nasional sebagai bukti bahwa kekayaan budaya kita telah diakui.
Peringatan ini sebagai salah satu warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. Pengukuhan batik Indonesia dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda ini menjadi pengakuan Internasional terhadap salah satu asset budaya Indonesia.
"Dengan ditetapkannya Hari Batik Nasional pada Oktober, Sleman juga telah memiliki batik khas Sleman yaitu motif batik Sinom Parijotho Salak," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Rabu (18/10/2023).
Untuk mendukung pengembangan batik khas Sleman serta memeriahkan Bulan Batik ini, Pemkab Sleman menggelar Gebyar Batik Sleman yang digagas oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman.
Gebyar Batik Sleman 2023 diisi dengan berbagai kegiatan menarik di antaranya Batik Super Great Sale, membatik massal bersama ratusan siswa SMP, seminar, workshop, lomba wiru, dan fashion show. Bersama PHRI dan Lions Club Yogyakarta, Dekranasda juga menggelar lelang batik dan rangkaian kegiatan lain yang berlangsung hingga November 2023 mendatang.
BACA JUGA: Miras Maut di Bantul Diracik Eks Polisi dari Alkohol Sisa Disinfektan Covid
"Pelestarian batik merupakan sebuah misi kebudayaan yang diharapkan mampu berpengaruh signifikan terhadap pengembangan batik dan upaya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal," ujarnya.
Bulan Oktober di Sleman juga ditetapkan sebagai Bulan Ekonomi Kreatif melalui SK Bupati No.72/Kep.KDH/A/2022 tentang Penetapan Bulan Oktober sebagai Bulan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman.
Dalam rangka memeriahkan Bulan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Sleman bekerjasama dengan komunitas pelaku ekonomi kreatif Sleman telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan menarik. Dimulai dengan Gelaran Ngaran Kite Festival di Ngaran, Margokaton, Seyegan, pada September 2023.
Mengangkat tema Akar Tumbuh, Budaya Tangguh, Ngaran Kite Festival kembali mempopulerkan tradisi layang-layang sebagai permainan tradisional.
Dilanjutkan dengan event Sleman Creative Week #3 di Taman Kuliner Condongcatur pada 20-22 Oktober 2023. “Akhir pekan ini kami juga mengundang pencinta seni pertunjukan pada Bedog Art Festival pada Sabtu, 21 Oktober 2023,” kata Kustini.
Menutup Bulan Ekonomi Kreatif, Pemkab Sleman juga akan menggelar Gulali Festival pada 27- 29 Oktober 2023 bertempat di Asram Edupark, Sendangadi, Mlati. "Setiap tahun Pemkab Sleman terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan berupaya untuk menjangkau seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif. Berdasarkan hasil pemetaan pada tahun 2017 lalu, Sleman memiliki tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan yaitu subsektor film animasi, subsektor kriya bambu, serta subsector seni pertunjukan. Ketiga subsektor ini diharapkan dapat menjadi generator bagi subsektor lainnya," kata Kustini.
Bertepatan dengan momen Hari Batik dan Bulan Ekonomi Kreatif, diharapkan dapat mengungkit sektor-sektor lain ekonomi kreatif. "Dengan batik Sinom Parijotho Salak membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif lainnya, Untuk itu, melalui tulisan ini saya mengajak setiap insan kreatif Sleman untuk dapat memberdayakan setiap potensi yang ada menjadi peluang ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Sleman," kata Kustini. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.