Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mayat seorang laki-laki ditemukan membusuk di Alas Ngampar di Padukuhan Parangrejo, Girijati, Purwosari, Sabtu (21/10/2023) petang. Hasil identifikasi dari polisi, diketahui jasad itu adalah bernama Ngajiyo, 59, asal Kapanewon Pundong, Bantul.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suranto mengatakan penemuan mayat yang sudah membusuk pertama kali diketahui oleh Jumali, 60, warga Parangrejo saat mencari rumput. Ketika melintas di dekat penemuan jasad itu, saksi mencium bau busuk yang menyengat.
Penasaran dengan bau ini, Jumali langsung berusaha mencari sumbernya hingga akhirnya menemukan jasad korban. “Pencarian tidak dilakukan sendiri karena juga melibatkan warga lainnya yang berada di Alas Ngampar,” kata Suranto kepada wartawan, Minggu (22/10/2023) siang.
Temuan ini langsung dilaporkan ke Pemerintah Kalurahan Girijati. Selanjutnya laporan diteruskan ke Polsek Purwosari guna proses evakuasi. “Setelah mendapatkan laporan petugas polsek langsung mendatangi tempat penemuan mayat,” katanya.
BACA JUGA: Warga Geger, Perempuan asal Sukoharjo Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos
Sebelum dievakuasi sudah dilakukan pemeriksaan medis. Adapun hasilnya, tidak diketemukan luka akibat tanda-tanda kekerasan.
Selain itu, diperkirakan jasad sudah meninggal dunia kurang lebih sekitar 14-20 hari yang lalu. Jenasah langsung dievakuasi oleh Satlinmas Rescue Istimewa wilayah operasi III Pantai Parangtritis.
Guna mengungkap identitas korban, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil identifikasi degan mengacu pada ciri fisik dan pakaian yang dipergunakan diketahui jasad merupakan warga asal Pundong, Bantul. “Sudah dicek dan keluarga membenarkan bahwa temuan jasad merupakan keluarganya yang meninggalkan rumah sejak satu bulan lalu,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, lanjut Suranto, Ngajiyo memiliki riwayat penyakit diabetes, depresi, dan pernah dirawat inap di Rumah sakit. “Jenazah sudah diserahkan dan dikebumikan oleh keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.