Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pos pelayanan terpadu (Posyandu) Lestari, Padukuhan Klipuh, Gulurejo, Lendah mewakili Kabupaten Kulonprogo dalam lomba posyandu tingkat provinsi. Posyandu tersebut memiliki sepuluh inovasi yang menjadi unggulan.
Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa salah satu inovasi Posyandu Lestari adalah Permata Bunda yang memiliki fokus pada perbaikan pola makan balita melalui kebun gizi budaya keluarga.
"Melalui program ini setiap rumah memiliki tanaman sayur, buah, dan ternak untuk pemenuhan gizi balita," kata Made dalam rilis.
Lalu ada Bilik Asih Lestari yang merupakan inovasi tempat asi unik yang didesain portable. Desain tersebut berbeda dengan tempat asi yang biasanya memiliki desain permanen. Kemudian ada Pesan si Duta adalah program pemantauan pelaksanaan makanan pedamping balita (mpasi) di bawah dua tahun.
"Program ini memiliki fokus mengenai bagaimana memberikan makanan tambahan selain asi yang benar kepada ibu-ibu menyusui jadi tidak hanya kemudian hanya memberi asi tetapi juga makanan tambahan ini menjadi bagian penting untuk dilihat secara kandungan gizi," katanya.
Posyandu Lestari juga memiliki program yang berfokus pada kesehatan rohani, bukan hanya jasmani melalui Karya Seni Mami atau Kenal Huruf Hijaiyah Sejak Dini Bersama Umi.
BACA JUGA: Kampanye Kesehatan, Kader Posyandu Diminta Tingkatkan Skill
Sementara untuk Program Wisuda si Asik menjadi inovasi program penghargaan bagi ibu yang berhasil memberikan asi eksklusif selama enam bulan kepada bayinya. Setelahnya ada Salur Gemas yang merupakan program nutrisi berupa sayuran dan telur untuk generasi emas. Program tersebut menjadi bagian dari stunting atau tengkes yakni bagaimana memberikan asupan gizi kepada putra dan putri dari masa tumbuh kembangnya yakni dari 1000 hari masa pertumbuhan sampai berusia balita.
Program ke tujuh ada Gelar Desa Polis adalah program yang menyasar lingkungan dengan wujud gerakan langkah warga sedekah sampah untuk posyandu peduli gizi.
"Inovasi yang dihadirkan dalam program ini menekankan bahwa penyelenggaraan posyandu juga berkaitan dengan upaya-upaya untuk peduli terhadap lingkungan dengan mengoptimalkan keberadaan sampah yang ada seperti botol plastik untuk dikumpulkan dan anggaran dananya digunakan untuk kontribusi peduli gizi," ucapnya.
Tiga program lain yaitu Ketan Madu, Jemput Dahak, dan E-Posyandu. Program Ketan Madu merupakan program Posyandu Lestari bersama kelompok tani (KT). Jemput Dahak memiliki fokus penyakit TBC. Melalui program ini diharapkan kader-kader yang ada aktif untuk mencari tahu warga yang punya potensi TBC.
"Kalau E-Posyandu itu penggunaan digitalisasi untuk pelayanan publik turut berperan melalui program ini di mana melalui inovasi program ini, khususnya sisi operasional, posyandu akan mampu mendata masyarakatnya tidak hanya secara manual saja tetapi juga secara elektronik atau memanfaatkan teknologi digital dengan optimal," lanjutnya.
Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Pemprov DIY, Sukamto, mengaku Posyandu Lestari layak menjadi juara.
"Secara sepintas Posyandu [Lestari] di Padukuhan Klipuh ini layak untuk juara artinya layak, bisa untuk juara satu, dua, dan tiga. Nanti tim juri yang akan menilai dan saya tekankan penilaian harus dilaksanakan secara objekif," kata Sukamto yang juga Ketua Tim Juri Lomba Posyandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.