Relokasi SDN Nglarang: Lahan Siap, Pembangunan Gedung Tunggu Pengembang
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada Rabu (25/10/2023) di FKKMK UGM.(Harian Jogja/ Catur Dwi Janati)
Harianjogja.com, SLEMAN—Manajemen kesehatan dan kesehatan nonfisik menjadi dua faktor penting yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak.
"Masalah kesehatan sekarang itu sebetulnya lebih kepada health problem dari pada medical problem," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada Rabu (25/10/2023) di FKKMK UGM.
Dalam artian, alat dan teknologi yang dibutuhkan masyarakat telah menyebar sampai ke desa-desa. Namun, manajemannya masih membutuhkan perbaikan. "Oleh karena itu health problem itu masalah pada menajeman," tuturnya.
"Harapannya para klinisi itu jangan tidak peduli pada manajemen," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA Kedokteran UGM tersebut.
Baca Juga: Hilangkan Stigma Masalah Kesehatan Mental lewat Gerakan Lintas Agama
Selain manajemen kesehatan, Hasto juga menyinggung perhatian aspek kesehatan nonfisik. Menurutnya aspek kesehatan nonfisik ini penting.
"Seperti sekarang ini mental emotional disorder itu tinggi masalahnya. Jadi banyak orang stres, orang depresi, ODGJ itu banyak sekali. Itu peran kesehatan penting sekali, jadi saya berharap itu mendapat perhatian," tegasnya.
Aspek manajeman kesehatan dan kesehatan nonfisik lanjut Hasto sangat erat hubungannya dengan kesehatan anak dan ibu hamil. Misalnya, mental emotional disorder akan berdampak parenting atau gaya asuh anak.
Baca Juga: KESEHATAN IBU DAN ANAK : Pelayanan Kesehatan Primer Perlu Ditingkatkan
Kegagalan parenting saat balita maupun dalam kandungan kata Hasto dapat mengakibatkan stres tinggi. Apalagi jumlah remaja yang mengalami ganguan mental menurut Hasto cukup tinggi yakni mencapai 9,8 per 100.
"Jadi jarak anak yang terlalu dekat, birth to birth interval, pregnancy to pregnancy interval itu membuat mental emotional disorder itu meningkat," kata dia.
Baca Juga: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Nawakamal Latih Masyarakat Dampingi ODGJ & ODDP
Karenanya, pembangunan maupun revolusi mental bagi Hasto sangat penting dilakukan. Dokter menjadi salah satu inti dalam pembangunan tersebut.
Lebih-lebih, Hasto berpandangan jika peningkatan mental emotional disorder berada satu garis merah dengan tingkat perceraian. Ketika mental emotional disorder meningkat, hubungan toksik meningkat, napza meningkat maka perceraian akan meningkat.
"Sebagai contoh pada 2021 yang cerai bisa 581.000, orang nikah itu setahun cuma 1,9 juta. Itu perhatian serius, sehingga banyak broken home," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.