Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada Rabu (25/10/2023) di FKKMK UGM.(Harian Jogja/ Catur Dwi Janati)
Harianjogja.com, SLEMAN—Manajemen kesehatan dan kesehatan nonfisik menjadi dua faktor penting yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak.
"Masalah kesehatan sekarang itu sebetulnya lebih kepada health problem dari pada medical problem," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo pada Rabu (25/10/2023) di FKKMK UGM.
Dalam artian, alat dan teknologi yang dibutuhkan masyarakat telah menyebar sampai ke desa-desa. Namun, manajemannya masih membutuhkan perbaikan. "Oleh karena itu health problem itu masalah pada menajeman," tuturnya.
"Harapannya para klinisi itu jangan tidak peduli pada manajemen," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA Kedokteran UGM tersebut.
Baca Juga: Hilangkan Stigma Masalah Kesehatan Mental lewat Gerakan Lintas Agama
Selain manajemen kesehatan, Hasto juga menyinggung perhatian aspek kesehatan nonfisik. Menurutnya aspek kesehatan nonfisik ini penting.
"Seperti sekarang ini mental emotional disorder itu tinggi masalahnya. Jadi banyak orang stres, orang depresi, ODGJ itu banyak sekali. Itu peran kesehatan penting sekali, jadi saya berharap itu mendapat perhatian," tegasnya.
Aspek manajeman kesehatan dan kesehatan nonfisik lanjut Hasto sangat erat hubungannya dengan kesehatan anak dan ibu hamil. Misalnya, mental emotional disorder akan berdampak parenting atau gaya asuh anak.
Baca Juga: KESEHATAN IBU DAN ANAK : Pelayanan Kesehatan Primer Perlu Ditingkatkan
Kegagalan parenting saat balita maupun dalam kandungan kata Hasto dapat mengakibatkan stres tinggi. Apalagi jumlah remaja yang mengalami ganguan mental menurut Hasto cukup tinggi yakni mencapai 9,8 per 100.
"Jadi jarak anak yang terlalu dekat, birth to birth interval, pregnancy to pregnancy interval itu membuat mental emotional disorder itu meningkat," kata dia.
Baca Juga: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Nawakamal Latih Masyarakat Dampingi ODGJ & ODDP
Karenanya, pembangunan maupun revolusi mental bagi Hasto sangat penting dilakukan. Dokter menjadi salah satu inti dalam pembangunan tersebut.
Lebih-lebih, Hasto berpandangan jika peningkatan mental emotional disorder berada satu garis merah dengan tingkat perceraian. Ketika mental emotional disorder meningkat, hubungan toksik meningkat, napza meningkat maka perceraian akan meningkat.
"Sebagai contoh pada 2021 yang cerai bisa 581.000, orang nikah itu setahun cuma 1,9 juta. Itu perhatian serius, sehingga banyak broken home," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026