New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ketua Panitia Seminar bertajuk "Update of Maternal Health in Primary Care", Galih Arya Wijaya saat memberikan sambutan di Sportorium UMY, Sabtu (16/1/2016). (Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja)
Kesehatan ibu dan anak bisa ditingkatkan dengan peningkatan pelayanan kesehatan primer
Harianjogja.com, BANTUL -- Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) tahun 2012 mencatat angka Kematian Ibu saat hamil, bersalin dan nifas secara nasional adalah 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini bisa ditekan dengan upaya promotif dan preventif peningkatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono mengatakan peningkatan KIA sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer harus menjadi Gate Keeper. Harapannya peningkatan pelayanan kesehatan primer ini dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi
.
"Di samping fungsi manajerial, fasilitas pelayanan kesehatan primer berfungsi sebagai gate keeper. Harapannya gate keeper ini mampu memberikan pelayanan terbaik khususnya untuk mendukung pengurangan kematian ibu dan bayi,” jelas Anung saat membuka seminar nasional bertajuk "Update of Maternal Health in Primary Care" di Sportorium UMY, Sabtu (16/1/2016).
Anung menambahkan pelayanan kesehatan primer selain menjadi gate keeper juga harus bisa dengan cepat mengatur pelayanan kesehatan lanjutan melalui sistem rujukan. Pelayanan kesehatan juga diharapkan menjadi pendidik untuk mewujudkan keluarga sehat dan sebagai manajer sumber daya.
"Intinya fungsi dokter di layanan primer mengedukasi pasien dan menjadi konselor. Agar pasien bisa lebih paham dan sadar akan kesehatan mereka. Jika dokter dilayanan primer ini berhasil mengelola masalah kesehatan pasien, maka 85% kasus dapat ditangani di layanan primer," kata Anung.
Pelayanan kesehatan primer memang diarahkan sebagai upaya pelayanan promotif dan preventif. Lebih mengutamakan konsultasi melalui pendekatan sosialisasi dan ajakan pada masyakarat untuk selalu menjaga kesehatan mereka.
"Kami ingin bersama-sama dengan masyarakat menekan angka kematian ibu dan bayi saat mengandung, saat melahirkan dan 90 hari setelah melahirkan. Makanya kami bertekad lewat Jaminan Kesehatan Nasional bisa menjamin kesehatan seluruh penduduk dan menjaga warga negara asing yang tinggal di Indonesia dalam pelayanan kesehatannya," ungkap Anung.
Ketua Panitia Seminar dan Workshop, Galih Arya Wijaya mengatakan penyelenggaraan seminar ini diadakan oleh dokter muda UMY sebagai rangkaian acara dari Sumpah Dokter ke-47. Tujuannya memberikan informasi pada tenaga medis dan masyarakat umum tentang kematian maternal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian