PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (dua dari kanan) saat berdialog dengan warga terdampak bencana cuaca ekstrem, Kamis (21/8/2025). Ist/ Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah milik warga Kelurahan Notoprajan, Ngampilan, Kota Jogja Aniek Suprihatin, mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jogja dan sekitarnya pada Selasa (19/8/2025). Bencana tersebut bahkan mengakibatkan salah satu anggota keluarganya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Dua hari kemudian, ia mendapat bantuan material bangunan dari Pemkot Jogja untuk memperbaiki kerusakan pada rumahnya. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyempatkan hadir dan menyampaikan rasa empati atas musibah yang menimpa keluarga Aniek.
“Pemkot memberikan bantuan berupa material dengan harapan bisa membantu meringankan perbaikan rumah, yang kemarin waktu hujan lebat dan angin kencang atapnya jebol, ada bagian tembok yang roboh sampai salah satu anggota keluarga ada yang tertimpa reruntuhan,” ujarnya saat menyerahkan bantuan, Kamis (21/8/2025).
BACA JUGA: Gempa Berkali-kali Guncang Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul Pagi Ini
Hasto menyebut bantuan yang diberikan hanya berupa material pokok sehingga belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan rehabilitasi. Meski begitu, pihaknya berharap dapat memperingan beban warga yang terdampak.
“Kami semua mendoakan supaya anggota keluarga segera pulih dan sehat, bisa kembali beraktivitas seperti semula. Kami juga berpesan memasuki musim hujan ini agar warga lebih peduli dengan kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan apalagi di sungai,” ucapnya.
Ia juga menyoroti persoalan banjir di beberapa titik Kota Jogja setiap kali hujan deras turun. Menurutnya, luapan air sering terjadi akibat saluran yang tersumbat sampah.
“Untuk itu kami mengajak semua warga masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah, tidak buang ke sungai, dipilah, manfaatkan bank sampah dan mengelola sampah sisa dapur di tiap rumah tangga,” tandasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja turut memberikan dukungan dengan menyalurkan kayu glugu 31 batang, 13 lembar atap seng galvalum, serta satu lembar terpal. Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, menuturkan bantuan tersebut diberikan agar rumah korban bencana bisa kembali layak huni.
BACA JUGA: Sayap Pesawat Boeing 737 Delta Air Line Patah Saat Akan Mendarat di Texas
“SOP kami bahwa terkait atap roboh, kerusakan rumah akibat bencana ditindaklanjuti dengan bantuan pemulihan untuk perbaikan rumah. Sehingga tujuannya adalah rumah itu bisa dihuni kembali pada konteks layak fungsi. Ada beberapa bantuan kebencanaan lain, misal ketika warga mengungsi akan kami salurkan logistik maupun makanan,” katanya.
Sementara itu, Aniek Suprihatin mengaku bersyukur atas bantuan material maupun dukungan warga sekitar yang sigap menolong saat kejadian. Dengan adanya dukungan ini, Aniek berharap rumahnya dapat segera diperbaiki sehingga bisa kembali ditempati secara nyaman bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.