500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Stok beras - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL– Kevikepan Jogja Barat menggelar peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Festival Kebangsaan bertajuk Si Vis Pacem Para Panen di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran pada 28-29 Oktober 2023. Festival tersebut diselenggarakan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sekaligus mengajak masyarakat peduli terhadap persoalan ketahanan pangan.
Vikaris Episkopalis Kevikepan Yogyakarta Barat, Yudono Suwondo menyampaikan tema yang diangkat dalam festival kebangsaan tersebut berupaya mengingatkan masyarakat mengenai peran penting masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan, dan kedamaian di Indonesia. Menurutnya ketersediaan pangan saat ini telah menjadi isu global. Menurutnya ada berbagai faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan, antara lain perubahan iklim.
BACA JUGA : Meski Kemarau Panjang, Stok Beras di Yogyakarta Masih Aman sampai Akhir Tahun
“Melalui festival ini masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap dampak perubahan iklim serta mencari solusi alternatif dalam produksi pangan,” katanya, Sabtu (28/10/2023).
Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan kedamaian di Indonesia. Melalui edukasi mengenai pangan dan gelaran produk UMKM setempat, dia berharap masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya keberlanjutan produksi dan konsumsi pangan. Menurutnya, hal itu memiliki sinergi yang erat dengan kesejahteraan dan kedamaian.
“Dalam masyarakat yang sejahtera dan memiliki akses yang cukup terhadap pangan, kedamaian menjadi lebih mungkin diraih, baik dalam diri masing-masing, dalam hubungan sesama, maupun dalam lingkup kolektif,” imbuhnya.
BACA JUGA : Tingkatkan Nilai Tambah, DPKP DIY Dorong Hilirisasi Pertanian
Dia menyampaikan festival tersebut diselenggarakan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komisi gereja antara lain Komisi Liturgi, Komisi Komsos, Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3), Komisi Pendidikan, Komisi Kepemudaan, dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), dan sekitar seratus Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Pelibatan berbagai elemen masyarakat tersebut menurutnya menggambarkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. “Festival ini tidak sekadar perayaan umat Katolik, tetapi juga merupakan wujud dukungan terhadap keberlangsungan Indonesia sebagai negara demokratis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.