2 Kalurahan di Gunungkidul Gelar Tes Tambahan untuk Calon Lurah
Seleksi tambahan calon lurah Gunungkidul digelar 7 September 2026. Dua kalurahan memiliki lebih dari lima bakal calon.
Ketua RT07, Widoro Kulon, Wahyudi saat menunjukan lokasi tempat warga yang tewas terbakar. Kamis (2/11/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Plosokerep, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Sadiyo meninggal dunia saat membakar sampah di kebun di Padukuhan Widoro Kulon, Bunder, Patuk, Kamis (2/11/2023). Diduga korban meninggal karena sesak nafas akibat menghirup asap saat akan mematikan kobaran yang makin membesar.
Kapolsek Patuk, AKP Mursidiyanto mengatakan, sekitar pukul 10.30 WIB, korban Sadiyo terlihat membakar sampah di kebun. Nahasnya, api cepat membesar dan berusaha mematikan dan malah terjebak di kobaran.
Peristiwa ini diketahui oleh Pardiman, tetapi ia tidak berani menolong karena kobaran yang makin membesar. Saksi pun meminta pertolongan warga untuk memadamkan api, tetapi korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi terlentang. “Setelah mendapatkan laporan, kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” kata Mursidiyanto kepada wartawan, Kamis sore.
Berdasarkan pemeriksaan medis dari Puskesmas Patuk 1 disimpulkan korban mengalami luka bakar di tubuh dan ada cairan yang keluar dari mulut. Selain itu, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Seusai pemeriksaan jenazah langsung diserahkan ke keluarga,” katanya.
Ketua RT 07 Padukuhan Widoro Kulon, Wahyudi menambahkan, warga sempat berusaha memadamkan api dengan air serta dipukuli menggunakan dahan.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, korban sudah ditemukan dalam keadaan kaku. “Korban masih menggunakan kaos dan celananya masih utuh, kemungkinan punya penyakit asma,” katanya.
Dia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Pihaknya sudah berulang kali mengingatkan warga untuk tidak membakar lahan, namun tetap saja ada yang nekat melakukannya.
Menurut Wahyudi, di musim kemarau yang Panjang seperti sekarang api sulit dipadamkan. Di sisi lain, embusan angin juga membuat api mudah membesar. “Jadi harapannya tidak ada lagi warga yang membakar di area kebun maupun ladang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi tambahan calon lurah Gunungkidul digelar 7 September 2026. Dua kalurahan memiliki lebih dari lima bakal calon.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Warga tidak mampu di Sleman gagal menerima bansos karena sejumlah syarat, termasuk kepemilikan lebih dari satu sertifikat tanah.