38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Ilustrasi dropping air bersih kepada warga./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memastikan kapanewon di Gunungkidul sudah tidak memiliki anggaran untuk dropping air bersih. Hingga awal November 2023, total bantuan air bersih sudah lebih dari 4.491 tangki disalurkan ke masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan penyaluran bantuan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga ada kapanewon yang melaksanakannya meski tidak semuanya karena dari 18 kapanewon hanya 12 kapanewon yang memiliki anggaran tersendiri.
Kapanewon ini meliputi Gedangsari, Girisubo, Nglipar, Paliyan, Panggang, Patuk, Ponjong, Purwosari. Selain itu, ada Kapanewon Rongkop, Semanu, Tanjungsari dan Tepus.
Meski tidak menyebutkan secara rinci anggaran di kapanewon, tapi Sumadi memastikan dana yang dimiliki sudah habis untuk disalurkan ke Masyarakat. “Kami minta datanya dan anggarannya sudah habis sejak Oktober,” katanya, Jumat (3/11/2023).
Menurut Sumadi, penyaluran bantuan air saat ini sepenuhnya ditangani oleh BPBD. Selain itu, juga ada bantuan dari pihak ketiga yang masuk ke masyarakat. “Berhubung kapanewon tak lagi memiliki anggaran, maka penyaluran bantuan air sepenuhnya kami tangani dengan tambahan dari pihak ketiga,” katanya.
BACA JUGA: Kemarau Kian Menjadi, Jumlah Kalurahan yang Meminta Dropping Air di Sleman Meningkat
Disinggung soal jumlah air yang telah disalurkan, Sumadi mengklaim sudah lebih dari 4.491 tangki. Rinciannya penyaluran dari 12 kapanewon sebanyak 3.143 tangki, BPBD Gunungkidul sebanyak 848 tangki dan bantuan pihak ketiga sekitar 500 tangki. “Untuk pihak ketiga sebenarnya bisa lebih banyak karena ada yang memberikan bantuan tidak melaporkan ke BPBD,” katanya.
Meski harus mengampu penyaluran di seluruh kapanewon, Sumadi mengaku tidak memermasalahkan. Hal ini dikarenakan, BPBD memiliki dana cadangan yang sewaktu-waktu bisa diambil melalui alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) milik pemkab.
“Dengan status siaga darurat bencana, maka kami bisa mengakses BTT. Tapi, untuk sementara difokuskan menggunakan anggaran di BPBD, baru kalau habis baru mengajukan tambahan,” katanya.
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran Rp76,5 juta untuk droping sebanyak 450 tangki. Menurut dia, pagu yang dimiliki sudah habis dipergunakan penyaluran bagi Masyarakat di Kalurahan Tepus, Sidoharjo dan Purwodadi. “Sudah habis sejak pertengahan Oktober lalu,” katanya.
Lantaran anggaran habis, ia mengakui penyaluran bantuan sepenuhnya diserahkan ke BPBD Gunungkidul. Joko menjelaskan di Kapanewon Girisubo ada lima kalurahan meliputi Tepus, Purwodadi, Sidoharjo, Sumberwungu dan Giripanggung.
“Awalnya kami menangani tiga kalurahan [Tepus, Sidoharjo dan Purwodadi], tapi karena anggarannya habis maka ketiga kalurahan menyusul Sumberwungu dan Giripanggung dimintakan bantuan ke BPBD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.