Pembayaran Retribusi Wisata Kaliurang Pakai Non Tunai Mulai Awal 2027
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Stok beras - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Harga beras di Bantul terus naik sejak Oktober hinga awal November 2023.
Oleh sebab itu, untuk menurunkan harga beras, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul berupaya melakukan stabilisasi harga pasar lewat operasi pasar (OP).
Berdasarkan data DKUKMPP Bantul, prognosa neraca ketersediaan pangan Kabupaten Bantul pada pekan V/Oktober 2023 menunjukkan ketersediaan beras ada 2.369,24 ton, sementara kebutuhan mencapai 1.575,57 ton.
Sementara harga beras di Bantul pada awal November 2023 berkisar Rp13.600 per kg.
Harga beras tersebut diklaim cukup stabil apabila dibandingkan dengan harga beras pada pekan IV/Oktober 2023 yang mencapai sekitar 13.400 per kg, dan pekan III/Oktober 2023 mencapai 13.417 per kg. Harga beras tersebut ditentukan dengan mengambil sampling harga beras di Pasar Bantul, Niten, Imogiri, Piyungan dan Pijenan.
Kepala DKUKMPP Bantul, Agus Sulistiyana menuturkan harga beras terus mengalami peningkatan sejak musim kemarau. Menurutnya, penurunan produksi beras dari petani menyebabkan kenaikan harga beras secara bertahap.
“Tentu yang menjadikan kenaikan harga ada beberapa faktor yaitu ketersediaan dan permintaan, nah untuk ketersediaan dengan kemarau yang cukup panjang menyebabkan berkurangnya produksi, dengan berkurangnya produksi di mana permintaan tetap, maka menyebabkan kenaikan harga,” ujarnya, Jumat (3/11/2023).
Dia mengaku telah berupaya melakukan kerja sama dengan Pemda DIY serta Perum Bulog Kanwil DIY untuk dapat melakukan OP di sejumlah pasar rakyat untuk menstabilkan harga beras. “Kami berupaya untuk ikut membantu agar pasokan barang, khususnya beras bertambah maka dilakukan OP dengan kerjasama Pemda DIY dengan Bulog,” katanya.
BACA JUGA: Operasi Pasar, 2 Pasar Tradisional di Bantul Digelontor Beras
Dalam kerja sama tersebut, menurut Agus, ada subsidi ongkir senilai Rp2.000 per kg dari sehingga harga beras dapat lebih rendah daripada harga pasaran. “Ada subsidi ongkir, ini akan segera dilakukan di Imogiri dan Dlingo serta dilakukan OP SPHP kerjasama dengan Bulog di pasar-pasar Bantul sudah 70an ton, dan akan kami usulkan secara berkala,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DIY, Ninik Setyowati menuturkan pihaknya saat ini menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) baik melalui program Bantuan Pangan Beras maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Bulog Kanwil DIY menggelontorkan stok beras CBP untuk Bantuan Pangan Beras kepada 357.380 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sejumlah 3.573 ton selama September-November 2023. Jumlah tersebut terbagi atas Kota Jogja 248,8 ton, Sleman 826,1 ton, Gunungkidul 1.008,6 ton, Kulonprogo 535,3 ton, dan Bantul 954,9 ton. “Penyaluran alokasi Oktober telah selesai 100 persen dan sedang bersiap untuk penyaluran alokasi berikutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Keppres pelunasan biaya haji 2027 ditargetkan terbit pekan ini. Rata-rata calon jemaah perlu menyiapkan dana sekitar Rp23 juta.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil DIY, Gandung Pardiman, meninggal dunia di RS Panti Rapih pada Selasa pagi dan dimakamkan di Ponjong.
IHSG diproyeksi bergerak sideways di kisaran 5.280-5.450 saat investor menanti keputusan The Fed dan mencermati pelemahan rupiah.
Dua putra Menteri Haji dan Umrah mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli setelah penunjukan mereka menuai pro dan kontra di masyarakat.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (27/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis