UKDW Jogja Buka Prodi Teknologi Pangan, Fokus Inovasi Pangan
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Suasana kirab budaya bagian dari Festival Kampung Srawung keenam oleh Kampung Srawung, Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Sabtu (4/11/2023) Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Srawung, Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede menggelar Festival Kampung Srawung keenam pada Sabtu (4/11/2023).
Festival ini dilatarbelakangi oleh fenomena masyarakat urban perkotaan yang biasanya kurang bersosialisasi dengan tetangga akibat kesibukan dan rutinitas keseharian, sehingga digagas acara khusus untuk menyatukan dan mempertemukan antar warga dalam kemasan seni dan budaya.
Warga kampung sekaligus inisiator Festival Kampung Srawung Abdul Khalik mengatakan, budaya srawung biasanya kerap ditemui di masyarakat desa yang merupakan kearifan lokal dari masyarakat Jawa.
BACA JUGA: Cara Cek KTP Disalahgunakan untuk Pinjol atau Tidak
Di perkotaan terutama di wilayahnya keakraban masyarakat jarang ditemui lantaran kesibukan sehari-hari. Padahal budaya seperti itu patut dilestarikan sebagai akar budaya masyarakat. Oleh karena itu pihaknya pun menggagas Festival Kampung Srawung.
"Ini jadi momen penting di masyarakat perkotaan. Kegiatan ini muncul dari masyarakat dan warga karena misalnya pas jadwal ronda atau pertemuan RT susah berangkat karena kesibukan. Maka setahun sekali kita jadikan momen berkumpul dan pesta rakyat," katanya.
Abdul menyebut, festival ini terlaksana berkat tiga unsur masyarakat setempat yakni warga, pemerintah dan sosial agama. Terselenggaranya acara ini sampai yang keenam kalinya merupakan bukti masyarakat bisa guyub rukun hidup dengan sesamanya meskipun terdiri dari beragam suku dan latar belakang yang berbeda.
Apalagi memasuki tahun politik yang kental dengan perbedaan pilihan, acara ini diharapkan bisa mempersatukan warga.
"Dampaknya bisa kita lihat sendiri, warga jadi lebih erat dengan perangkat pemerintahan dan sesamanya. Acara ini juga didukung penuh dari kelurahan," ujarnya.
Festival Kampung Srawung dimulai dengan agenda kirab budaya oleh perwakilan masing-masing RW dan RT. Mereka mengarak gunungan hasil bumi didampingi pasukan bergodo.
Setelahnya gunungan hasil bumi itu diperebutkan oleh warga setempat. Malam harinya dilanjutkan dengan acara sedekah tonggo dan kembul bujono. Selanjutnya pada pekan depan diadakan pasar kuliner, pentas seni dan permainan anak tempo dulu.
BACA JUGA: 3 Bagian Tubuh Paling Kotor Tapi Sering Lupa Dibersihkan Saat Mandi
"Festival nantinya akan ditutup dengan pengajian akbar pada malam tanggal 9 November dengan harapan masyarakat di sini tetap akrab, guyub dan rukun menjaga kebersamaan," katanya.
Lurah Rejowinangun Handani Bagus Setyarso menyebut, acara ini diharapkan bisa menambah keakraban dan persahabatan antar warga.
"Saya berharap [melalui festival kampung srawung] dari warga masyarakat bisa melepaskan kepentingan politik apapun maupun perbedaan pilihan dan saling semrawung mengekspresikan potensi warga dengan seni dan budaya atau kearifan lokal," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.