Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Warga bekerja bakti memperbaiki saluran irigasi yang tertutup material longsor, Rabu (7/6/2023)/ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengerjakan sejumlah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Jalan Usaha Tani (JUT) tahun 2023 ini. Dua kegiatan ini menjadi antisipasi menurunnya produksi pertanian akibat El Nino.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto, menjelaskan program RJIT dilaksanakan dengan pola swakelola tipe 4, aitu swakelola yang dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga atau Perangkat Daerah Penanggung jawab anggaran dan/ atau berdasarkan usulan kelompok masyarakat.
BACA JUGA: Proyek Irigasi Gagal di Bantul Tidak Terkait Kasus SYL
Kegiatan ini dilaksanakan serta diawasi oleh kelompok masyarakat pelaksana swakelola. "RJIT dialokasikan melalui alokasi dana Tugas Pembantuan yang ditempatkan di seluruh satker daerah," ujar Arifin, Sabtu (4/11/2023).
Pada Tahun 2023, kegiatan RJIT ini mengalami reorentasi program kegiatan yang semula dialokasikan di satker daerah dan di satker pusat, dalam rangka efektifitas pengelolaan anggaran di realokasi ke satker pusat. "Memang ada kebijakan refocussing anggaran dari pusat, termasuk kegiatan irigasi. Refocussing ini terjadi di beberapa Provinsi dan Kabupaten termasuk Bantul,” katanya.
Refocusing ini sejalan dengan kebijakan upaya pencapaian produksi melalui program prioritas diantaranya kegiatan untuk penanganan dampak El Nino. Namun demikian, semua alokasi kegiatan dimanfaatkan di kabupaten/kota berdasarkan usulan dan hasil verifikasi kelayakan. "Mekanisme ini sama dengan mekanisme anggaran pada seluruh satker daerah," katanya.
Tahun 2023, Kabupaten Bantul mendapatkan alokasi bantuan Kegiatan RJIT sebanyak unit melalui dana bantuan pemerintah (banpem) pusat. Satu kegiatan sudah dikerjakan dan tiga sisanya masih dalam proses untuk diverifikasi. “Diharapkan bantuan ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan irigasi di wilayah Bantul,” paparnya.
BACA JUGA: Harga Cabai di Kota Jogja Mahal, Tembus Rp85 Ribu per Kilogram
Selain itu, pada tahun 2023 juga dilaksanakan kegiatan RJIT di sembilan lokasi dan JUT di sembilan lokasi melalui dana alokasi khusus (DAK). Sebelumnya, alokasi kegiatan irigasi tahun anggaran 2022 melalui dana Tugas Pembantuan mendukung Tanaman Pangan di Kabupaten Bantul meliputi RJIT sebanyak 15 unit, embung satu unit dan Irigasi Perpompaan satu unit untuk mendukung hortikultura.
Ia mengakui beberapa kegiatan pembangunan memang tidak batal dilaksanakan. "Beberapa kegiatan pembangunan irigasi memang tidak jadi dilaksanakan tahun ini. Namun kegiatan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik lancar,” katanya.
Di samping itu, ia menegaskan batalnya beberapa kegiatan RJIT tidak berkaitan dengan kasus hukum eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) "Semuanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang disangkakan kepada Mantan Menteri Pertanian SYL," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.