Advertisement
Proyek Irigasi Gagal di Bantul Tidak Terkait Kasus SYL
Ilustrasi proyek irigasi.dok - harianjogja
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah proyek pembangunan irigasi di Bantul gagal terlaksana tahun ini. Hal ini dipastikan tidak ada kaitannya secara langsung pada kasus korupsi yang menjerat eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto, mengklarifikasi pemberitaan yang beredar sebelumnya yang menyebutkan gagalnya proyek pembangunan irigasi di Bantul diduga berkaitan dengan kasus SYL.
Advertisement
“Kegiatan pembangunan irigasi memang tidak jadi dilaksanakan tahun ini. Tapi kami tidak menyimpulkan [terkait] dengan terjadinya korupsi di Kementerian Pertanian. Mohon maaf agar dapat diluruskan,” ujarnya, Sabtu (4/11/2023).
BACA JUGA: Polisi Buru 4 Orang Pengendali Pabrik Keripik Pisang Narkoba dan Happy Water Narkotik
Kasus korupsi yang menjerat SYL berkaitan dengan jual-beli jabatan, dengan mengangkat Kasdi Subagyono sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Muhammad Hatta sebagai Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan ada sebanyak 19 proyek pembangunan irigasi yang gagal terlaksana di Bantul tahun ini. Ke-19 proyek tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dengan anggaran masing-masing Rp75 juta.
Proyek tersebut semula akan dikerjakan oleh Kementerian Pertanian sendiri, namun batal terlaksana. Padahal, pihaknya sudah menggelar sosialisasi di Kelompok Tani di sekitar lokasi proyek. Meski demikian, ia menegaskan proyek pembangunan lainnya tetap berjalan tahun ini.
“Untuk kegiatan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus [DAK] pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik, lancar serta bermanfaat untuk petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman. Di samping tentu kegiatan yang bukan terkait air,” katanya.
Beberapa kegiatan selain terkait irigasi tersebut seperti pembuatan jalan usaha tani untuk transportasi sarana prasarana pertanian. “Sarana kerja dan pendukungnya di puskewan agar lebih memadai,” ungkapnya.
Pembangunan irigasi tersier yang diselenggarakan oleh Pemkab Bantul meliputi 12 lokasi dengan anggaran masing-masing Rp50 juta. Pembangunan ini untuk menguatkan irigasi tersier yang sebelumnya masih belum permanen.
Irigasi tersier permanen yakni yang sudah menggunakan tembok, tidak ada kebocoran dan ada pintunya. “Irigasi teknis itu yang bisa diatur dan diukur, harusnya ada pintu-pintunya itu yang masuk dari irigasi sekunder,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Terban Jogja
- Sultan HB X Terima Anugerah sebagai Anggota Kehormatan PWI
- Teriakan Minta Tolong Ungkap Dugaan Penyiksaan di Karangwuni
- Bantul Perketat Pencegahan TPPO Lewat Koordinasi Lintas Sektor
- Tangkap Ikan Pakai Getah Awali Sedekah Laut di Pantai Wediombo
Advertisement
Advertisement



