Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi proyek irigasi.dok/harianjogja
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah proyek pembangunan irigasi di Bantul gagal terlaksana tahun ini. Hal ini dipastikan tidak ada kaitannya secara langsung pada kasus korupsi yang menjerat eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto, mengklarifikasi pemberitaan yang beredar sebelumnya yang menyebutkan gagalnya proyek pembangunan irigasi di Bantul diduga berkaitan dengan kasus SYL.
“Kegiatan pembangunan irigasi memang tidak jadi dilaksanakan tahun ini. Tapi kami tidak menyimpulkan [terkait] dengan terjadinya korupsi di Kementerian Pertanian. Mohon maaf agar dapat diluruskan,” ujarnya, Sabtu (4/11/2023).
BACA JUGA: Polisi Buru 4 Orang Pengendali Pabrik Keripik Pisang Narkoba dan Happy Water Narkotik
Kasus korupsi yang menjerat SYL berkaitan dengan jual-beli jabatan, dengan mengangkat Kasdi Subagyono sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Muhammad Hatta sebagai Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan ada sebanyak 19 proyek pembangunan irigasi yang gagal terlaksana di Bantul tahun ini. Ke-19 proyek tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dengan anggaran masing-masing Rp75 juta.
Proyek tersebut semula akan dikerjakan oleh Kementerian Pertanian sendiri, namun batal terlaksana. Padahal, pihaknya sudah menggelar sosialisasi di Kelompok Tani di sekitar lokasi proyek. Meski demikian, ia menegaskan proyek pembangunan lainnya tetap berjalan tahun ini.
“Untuk kegiatan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus [DAK] pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik, lancar serta bermanfaat untuk petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman. Di samping tentu kegiatan yang bukan terkait air,” katanya.
Beberapa kegiatan selain terkait irigasi tersebut seperti pembuatan jalan usaha tani untuk transportasi sarana prasarana pertanian. “Sarana kerja dan pendukungnya di puskewan agar lebih memadai,” ungkapnya.
Pembangunan irigasi tersier yang diselenggarakan oleh Pemkab Bantul meliputi 12 lokasi dengan anggaran masing-masing Rp50 juta. Pembangunan ini untuk menguatkan irigasi tersier yang sebelumnya masih belum permanen.
Irigasi tersier permanen yakni yang sudah menggunakan tembok, tidak ada kebocoran dan ada pintunya. “Irigasi teknis itu yang bisa diatur dan diukur, harusnya ada pintu-pintunya itu yang masuk dari irigasi sekunder,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag