KIP Kuliah 2026 Mulai Cair, Ini Hak dan Larangannya
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Ilustrasi cuaca ekstrem - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta angkat bicara terkait suhu panas di beberapa lokasi, meskipun saat ini lokasi tersebut telah diguyur hujan. Suhu panas yang dirasakan tersebut terjadi karena awan hujan belum sepenuhnya terbentuk.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengatakan, pada awal bulan November ini, sebagian wilayah DIY belum masuk musim penghujan, dan masih masuk masa pancaroba. Kondisi inilah yang membuat awan hujan belum banyak terbentuk.
"Adanya fenomena El Nino juga menyebabkan intensitas curah hujan berkurang," katanya, Minggu (5/11/2023).
Atas kondisi tersebut, Reni mengungkapkan jika intensitas sinar matahari saat ini masih optimal. Hal ini menjadikan suhu udara di DIY masih terasa gerah atau panas. Di sisi lain, meski posisi matahari sudah perlahan-lahan bergerak ke selatan menjauhi equator. Namun, radiasi sinar matahari tetap membuat suhu udara gerah.
"Nantinya suhu udara di DIY akan kembali turun," jelas Reni.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca DIY Minggu 5 November 2023, Sleman Hujan Ringan
Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyebut ganguan pernafasan cukup banyak dikeluhkan oleh masyarakat pada musim kemarau saat ini. Kondisi udara yang kering ditambah keberadaan debu membuat persoalan gangguan pernafasan tidak bisa dihindari.
"Kondisinya memang seperti itu. Banyak keluhan batuk dan pilek karena banyak debu," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih.
Esti juga menyebut jika sudah banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan masker juga berdampak pada masifnya penyebaran jenis penyakit tersebut. Sebab dengan tidak terlindunginya sistem pernafasan seperti hidung dan mulut, membuat virus penyakit semakin mudah ditularkan antar manusia.
"Untuk itu kami imbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker. Agar debu tidak mudah masuk dan berdampak kepada gangguan pernapasan,"ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.