Jalan Krikilan-Serut Berbah Diperbaiki Setelah 20 Tahun Rusak
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL–Dalam beberapa bulan belakangan, kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Bantul cenderung mengalami penurunan. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul meminta agar masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah (DBD) selama awal musim penghujan.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widyantara menuturkan bahwa dalam beberapa bulan belakangan terjadi penurunan kasus DBD di Kabupaten Bantul.
“Selama musim kemarau ini mengalami penurunan kasus DBD. Ini per bulan Oktober [2023] ada 4 kasus di Kabupaten Bantul. Di tahun 2023 tidak ada kasus meninggal untuk DBD,” ujarnya, Minggu (5/11/2023).
Sementara berdasarkan catatan Dinkes Kabupaten Bantul ada 4 kasus DBD pada September 2023, 11 kasus DBD pada Agustus 2023, dan ada 8 kasus DBD pada Juli 2023.
Meskipun jumlah kasus DBD cenderung menurun, Agus tetap meminta agar masyarakat tetap menerapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD. Beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat antara lain melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Upaya PSN dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Dengan kita menjaga jangan sampai ada air yang menggenang entah itu bekas perabotan, kaleng bekas, ban bekas atau juga bekas pepohonan yang ditebang, ada lubang yang dapat terjadi genangan air, [diimbau] dibersihkan,” katanya.
Dia pun berharap upaya dari seluruh masyarakat untuk dapat mengantisipasi terjadinya DBD.
“Untuk menghadapi musim hujan, kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungannya masing-masing. Jangan sampai nanti ada tempat yang memungkinkan untuk berkembangnya nyamuk,” tuturnya.
BACA JUGA: Wolbachia Sukses, Kasus Demam Berdarah di Bantul Turun Drastis
Dengan begitu, dia berharap tidak terjadi lonjakan kasus DBD menjelang akhir tahun 2023.
“PSN digencarkan, meski kasus DBD di Kabupaten Bantul menurun, masyarakat jangan sampai lengah, jangan sampai nanti ada lonjakan kasus DBD lagi,” imbuhnya.
Selama ini menurut Agus, Kabupaten Bantul telah menerapkan program Wolbachia wis Masuk Bantul (Wow Mantul) sejak tahun 2022 untuk dapat menurunkan kasus DBD. Dalam program tersebut, dilakukan penyebaran bibit nyamuk yang telah terkontaminasi bakteri Wolbachia. Kemudian ketika nyamuk tersebut kawin dengan nyamuk biasa, maka bakteri Wolbachia akan diturunkan ke generasi berikutnya. Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus demam berdarah, maka virus tersebut akan tersebut akan mati oleh bakteri Wolbachia. Sehingga nyamuk tersebut tidak dapat menyebarkan virus demam berdarah ke tubuh manusia.
“Dengan program tersebut sudah cukup efektif mengurangi kasus DBD di Kabupaten Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Timnas Indonesia U-15 mengalahkan Panama 5-3 pada babak 16 besar Tier C Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
BP Tapera mengajak generasi muda memanfaatkan KPR subsidi dengan cicilan ringan, bunga tetap, dan tenor hingga 40 tahun.
Jhonlin Agro Raya (JARR) mencatat penjualan Rp3,52 triliun dan laba bersih Rp349,26 miliar hingga September 2026.
Liverpool menyingkirkan Chelsea lewat adu penalti 6-5, sedangkan Manchester City mengalahkan Brighton 4-3 untuk melaju ke perempat final Carabao Cup 2026/2027.
Yan Kurnia Kustanto mengajak anak muda mengatasi persoalan sampah di DIY melalui gotong royong dan menyiapkan empat teba modern di Depok.