Dinsos Sleman Imbau Warga Perbarui Data Desil Sebelum 31 Agustus
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Ni Made Dwipanti Indrayanti./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menggelar focus group discussion (FGD) Pengendalian Inflasi di Kulonprogo dan Kerjasama Antardaerah untuk Pengendalian Inflasi.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa pergerakan inflasi yang signifikan disebabkan oleh faktor adanya penyesuaian kebijakan pemerintah terkait dengan harga (administrated prices) dan lonjakan harga komoditas pangan (volatile foods).
“Mau tidak mau kita bicara volatile foods. Ada beberapa faktor yang sangat memengaruhi inflasi. Faktor yang menguatkan itu volatile foods selain administrated prices. Volatile foods ini banyak di dukung oleh aktivitas pertanian yang didukung oleh perdagangan,” kata Made dalam rilis, Rabu.
Made juga menyinggung tingginya harga beberapa bahan pokok (bapok) yang disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi. Panjangnya rantai distribusi tersebut membuat pendapatan petani tidak sebesar dari harga yang beredar di pasaran.
“Aspek kelembagaan petani, belum memiliki posisi nilai tawar yang kuat serta panjangnya rantai distribusi produk pertanian ini membuat harga komoditas cenderung tidak stabil. Karena memang tidak memiliki kekuatan untuk mengatur,” katanya.
Oleh sebab itu, menurut Made regulasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kestabilan harga komoditas yang berpengaruh terhadap pengendalian inflasi. “Regulasi ini penting, sejauh mana kemudian penguatan terhadap kebijakan-kebijakan sektor pertanian, bagaimana kemudian produk-produk pertanian kami jaga. Sejauh mana kami bisa memanfaatkan produk kami, sejauh mana kami juga bisa bekerja sama antardaerah, saya kira itu jadi bagian penting,” ucapnya.
BACA JUGA: Tekan Harga Kebutuhan Pokok, Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar di Kotagede
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kulonprogo, Adnan Widodo mengatakan bahwa FGD tersebut menjadi langkah awal untuk penjajagan kerja sama antardaerah dalam rangka pengendalian inflasi.
“Tujuan yang pertama adalah Menyegarkan kembali pemahaman tentang Inflasi bagi TPID, serta upaya pegendalian inflasi di pemerintah kabupaten Kulon Progo yang telah dan akan dilakukan, kemudian Penjajagan kerja sama antar daerah dalam rangka pengendalian inflasi daerah,” kata Adnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Pizza Hut resmi berganti pemilik setelah Yum! Brands merampungkan penjualan senilai US$2,7 miliar. Aaron Powell juga mundur sebagai CEO global.
Timnas Indonesia U-20 menghadapi Laos pada matchday kedua Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Garuda Muda memburu tiga poin setelah ditahan Malaysia.
Rupiah melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada Rabu, 2 September 2026. Dolar AS menguat ke Rp17.765 dan harga emas dunia terkoreksi.
Emil Audero resmi bergabung Rayo Vallecano dari Como 1907. Cedera Augusto Batalla membuka peluang debut sebelum berpotensi menghadapi Real Madrid.
Pemilik Honda Prelude hybrid di Jepang mengungkap tiga fitur yang kurang memuaskan setelah menempuh lebih dari 9.000 km selama 11 bulan.