Detektor MBG Karya Siswa SMPN 1 Turi Mampu Kenali Makanan Basi
Dua siswa SMPN 1 Turi menciptakan Detektor MBG yang mampu mendeteksi makanan basi dalam hitungan detik dengan akurasi tinggi.
Tim Reactics Chem-E-Car UGM berhasil meraih pretasi 3rd Best Poster yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Mara secara luring di Selangor, Malaysia. (Istimewa/UGM)
Harianjogja.com, SLEMAN—Tim Reactics Chem-E-Car UGM berhasil meraih pretasi 3rd Best Poster yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Mara, Selangor, Malaysia.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh tim-tim terbaik dunia ini tim Reactics juga masuk Top 10 Performance Race Competition. Tim Reactics mengirimkan dua perwakilan tim yaitu tim Abiyasa dan tim Abimanyu.
Ketua Tim Abimanyu, Auriel Azril Ardin mengungkapkan Tim Reactics telah mulai melakukan persiapan sejak September 2023. Tim membuat rancangan prototipe mobil berbasis kimia yang ramah lingkungan dan melakukan banyak uji coba setiap akhir pekan.
"Dalam kompetisi kemarin kedua tim Reactics Chem-E-Car UGM telah menunjukan dedikasi dan kemampuan yang maksimal dalam persiapan dan pelaksanaan kompetis," katanya dalam rilis yang diterima Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Di Negara Maju, Mobil Listrik Masih Jadi Kendaraan Sekunder
Dijelaskan Auriel perlombaan Chem-E-Car menguji kemampuan tim dalam merancang kendaraan yang memiliki reaksi kimia yang tepat. Kendaraan diuji kemampuannya dalam melewati dua tantangan. Mulai dari memasukan bola golf ke dalam gawang dan menumbangkan pin bowling dengan menabrakkan bola golf. Selain itu tim Reactics juga mendesain poster yang kreatif untuk kategori perlombaan Poster Competition.
Baca Juga: EVSE Digelar di Jogja untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
Sementara itu, Ketua Tim Abiyasa, Muhammad Alvin Sofyan mengaku bangga bisa mengikuti kompetisi Chem-E-Car di Malaysia dan bertanding dengan tim-tim terbaik dunia. Baginya bisa berlomba di kompetisi ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
"Kami belajar banyak mengenai kerja sama tim dan juga dilatih untuk dapat berpikir kritis, serta harus mampu beradaptasi dengan tekanan lingkungan perlombaan," tandasnya.
Baca Juga: Tim Reactics UGM Sabet Juara di Kompetisi Chem-E-Car Jerman
Alvin menilai prestasi yang diraih bukan langkah terakhir Tim Reactics dalam menjajaki kompetisi di tingkat internasional. Malahan torehan ini menjadi bahan evaluasi untuk tim agar lebih baik ke depan.
"Capaian ini menjadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik dan langkah Reactics untuk dapat kembali meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua siswa SMPN 1 Turi menciptakan Detektor MBG yang mampu mendeteksi makanan basi dalam hitungan detik dengan akurasi tinggi.
Polda DIY menyita 13.817 botol miras ilegal dan oplosan dari 443 kasus sepanjang Januari-Juni 2026 demi menjaga kamtibmas.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
BRIN mengembangkan Food Guard, alat berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng sebagai inovasi pendukung program MBG.
Abdul El-Sayed memenangi pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan dan berpeluang menjadi senator Muslim pertama AS. Donald Trump bereaksi keras.