7 Pejabat Pemkab Bantul Dirotasi, Ini Daftar Jabatan Barunya
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Pembeli memilih cabai rawit merah di Pasar Beringharjo, Jogja, Sabtu (4/11/2023). – Harian Jogja/Alfi Annisa Karin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY memprediksi harga komoditas cabai dan sayuran masih bertahan tinggi sampai akhir tahun nanti. Intervensi pusat dengan mendatangkan stok dari daerah yang surplus sangat diharapkan guna menjaga gejolak harga di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Syam Arjayanti mengatakan, per pekan ini harga tertinggi cabai mencapai Rp74.250 per kilogram untuk jenis rawit merah. Menurutnya harga cabai memang selalu fluktuatif berdasarkan musim dengan rentang harga di kisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.
"Sekarang kan tidak ada air dan di beberapa daerah kekurangan air belum ada hujan, sehingga pasokan berkurang sementara kebutuhan naik. Banyak hajatan kayak gitu kan meningkat juga makanya harga cabai mahal. Ada juga yang terserang penyakit di beberapa wilayah, itu penyebabnya," kata Syam, Jumat (10/11/2023).
Menurutnya, Disperindag DIY cukup dilema dengan keadaan tingginya harga cabai. Sebab jika ingin mendatangkan stok dari luar daerah harus dengan jumlah yang besar. Sementara pedagang di wilayah setempat hanya butuh dalam jumlah kecil. Apalagi komoditas cabai tidak bisa bertahan dalam durasi lama, sehingga cukup sulit jika menempuh kebijakan ini.
"Jogja sendiri sebenarnya kita butuh ga banyak ya, dari produksi sebenarnya cukup cuma cabai kita kan banyak juga yang keluar. Dari Bantul dan Kulonprogo itu dilelang dan keluar ke Jakarta dan Bandung, itu banyak ke sana. Karena kan disukai juga cabai kita kan bagus sehingga mereka suka," katanya.
BACA JUGA: Harga Cabai Mahal, Warga Jogja Diminta Menanam di Rumah
Syam menambahkan, pihaknya masih berupaya mendatangkan stok cabai tambahan dari wilayah setempat saja untuk menekan tingginya harga komoditas itu. Gapoktan dan kelompok tani akan digandeng agar berkoordinasi dengan distributor sehingga gejolak harga di pasaran bisa diredam sampai akhir tahun nanti.
"Kita masih berupaya juga untuk datangkan cabai dari DIY dulu, dengan Gapoktan atau kelompok tani dan ada distributor yang mau. Kita kan ga bisa kulakan sendiri, kita hubungkan dengan distributor untuk cari komoditas yang nantinya biaya transportasinya akan kita subsidi," kata dia.
Sampai sekarang program subsidi bahan pokok masih dijalankan untuk biaya transportasi sebesar Rp2.000 per kilogram. Pilihan untuk menggelar pasar murah atau operasi pasar dinilainya belum memungkinkan lantaran butuh jumlah cabai yang sangat banyak. Pihaknya berharap dengan strategi demikian harga bahan pokok bisa stabil sampai akhir tahun.
"Akhir tahun kalau beras semoga ga naik lagi ya, karena sudah ada intervensi. Harga yang risiko ini seperti cabai dan sayuran, itu di akhir tahun mungkin masih tinggi juga, semoga ada aksi dari Bapanas dengan mendatangkan dari daerah yang surplus dan sampai ke Jogja semoga itu bisa meredam gejolak harga," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.