Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, BANTUL—Anggaran yang terbatas menjadi kendala BPBD Bantul untuk melakukan pengadaan fasilitas Early Warning System [EWS] tsunami. Itulah sebabnya, BPBD Bantul berharap Dana Keistimewaan (Danais) dapat dialokasikan untuk pengadaan EWS.
Staf Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Pasca Bencana BPBD Bantul, Budianta menuturkan wilayah Pantai Selatan Bantul memiliki potensi tinggi bencana alam gempa bumi dan tsunami.
Meski begitu, saat ini BPBD Kabupaten Bantul masih mengalami kekurangan EWS tsunami. “Saat ini EWS kami baru ada di 29 titik, sementara kebutuhannya sekitar 70 titik. Sehingga kekurangan 41 titik,” ujarnya, Senin (13/11/2023).
Dia menuturkan bahwa 29 titik EWS tersebut ditempatkan pada beberapa kalurahan yang yang terdekat dengan bibir pantai dari Kalurahan Parangtritis hingga Kalurahan Poncosari. Meski begitu, menurutnya, diperlukan juga tambahan EWS untuk kalurahan lainnya agar masyarakat dapat segera melakukan evakuasi apabila terjadi tsunami.
Dia menuturkan anggaran yang diperlukan untuk pengadaan EWS cukup tinggi berkisar Rp70 juta sampai Rp100 juta per unit. Sementara BPBD Bantul memiliki anggaran yang terbatas yang hanya cukup untuk perawatan 29 EWS tersebut. “Di 29 titik setiap tahun harus merogoh sekitar 70 juta untuk perawatan. Tingkat korosi tinggi, sehingga kabel harus dicek rutin,” ujarnya.
BACA JUGA: Kulonprogo Hanya Punya 2 EWS Tsunami
Itulah sebabnya, kendati banyak membutuhkan tambahan EWS, tahun ini tidak ada pengadaan EWS tsunami di Bantul.
Sebelumnya, telah dilakukan pengajuan pengadaan EWS tsunami melalui Dana Keistimewaan (Danais), tetapi hal tersebut tidak mendapat persetujuan dari Pemda DIY.
Lantaran anggaran yang diperlukan untuk pengadaan EWS cukup tinggi, dia pun berharap Pemda DIY dapat turut membantu pengadaan EWS melalui Danais tahun depan. “Sudah ada sebelumnya, karena untuk Parangtritis-Samas masuk wilayah Satuan Ruang Strategis yang dikembangkan oleh Paniradya sebagai muka DIY selatan. Sebelumnya ada peluang untuk memperoleh anggaran tersebut, tetapi ada beberapa pertimbangan dari Paniradya Pati untuk kegiatan yang lebih urgen yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat sehingga lebih diutamakan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.