Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga kanan) saat berkunjung ke press room wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo. Senin (13/11/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama jajaran menyempatkan diri mengunjungi ruang wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Senin (13/11/2023).
Selain untuk bersilahturahmi, kegiatan itu juga memberikan kesempatan kepada awak media untuk mengkritisi secara terbuka. “Silakan dikritik. Ini saya tekankan sejak awal menjabat, saya terbuka terhadap kritik karena juga menjadi tolok ukur kinerja,” kata Sunaryanta, Senin.
Kritikan ini tidak hanya berlaku pada dirinya sendiri. Namun, juga bagi Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta maupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemkab.
“Ini juga menjadi keterbukaan informasi publik. Ya kalau baik, beritakan baik. Tapi kalau buruk maka tidak ada masalah kalau diberitakan apa adanya. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” kata pensiunan TNI ini.
Meski demikian, Sunaryanta menggaris bawahi, setiap kritikan yang diberikan harus berdasarkan fakta-fakta dan bukan sebatas asumsi. “Harus ada buktinya dan terpenting ada konfirmasinya untuk keberimbangan pemberitaan. Kaidah jurnalistik harus dipertahankan dalam setiap pemberitaan,” katanya.
Ketua Forum Wartawan Gunungkidul ‘Wisanggeni’, Yusuf Aditya Putratama berterima kasih atas kesediaan Bupati Gunungkidul bersama-sama jajaran untuk berkunjung ke pressroom wartawan. Menurut dia, Wisanggeni berkomitmen untuk membantu dan mengawal proses pembangunan di Bumi Handayani. “Pers adalah salah satu pilar dari demokrasi. Jadi, kami siap menjalankan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik,” katanya.
Menurut dia, pada saat sekarang banyak oknum yang mengatasnamakan wartawan. Adapun dari cara kerja sangat jauh dari kode etik jurnalistik.
Sebagai contoh, sambung Adit, di lapangan membawa meteran yang dipergunakan mengukur bangunan yang sedang dibangun. “Yang jelas, itu bukan anggota kami. Kami terus mendorong setiap wartawan yang masuk ke paguyuban untuk terus berpengang pada kode etik jurnalistik dan tidak asal dalam membuat pemberitaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.