Dua Assist Messi Antar Argentina ke Final, Ini Rahasianya
Lionel Messi menegaskan Argentina lolos ke final Piala Dunia 2026 berkat kerja keras dan kualitas permainan, bukan karena perlakuan istimewa.
Ikan lele yang dijual oleh Priyadi, salah satu pedagang di Pasar Bantu, Kamis (23/5)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menargetkan produksi perikanan sepanjang 2023 sebanyak 13.800 ton. Target produksi tersebut terdiri dari ikan tangkap laut maupun ikan budi daya.
"Target produksi perikanan kita tahun ini totalnya sebanyak 13.800 ton, dengan produksi tertinggi itu ikan lele," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Istriyani di Bantul, Kamis (16/11/2023) dilansir Antara
Dia menjelaskan, dari target produksi perikanan tersebut, 50 persen diantaranya adalah ikan lele, kemudian sebagian kecil ikan budidaya lainnya seperti nila dan gurame, sedangkan perikanan tangkap laut diantaranya layur, dan bawal.
Menurut dia, ikan lele menjadi produksi andalan Bantul karena merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan ketimbang jenis ikan tawar lainnya. Budi daya lele di Bantul umumnya dengan kolam kotak maupun bulat.
"Produksi lele kita setahun hampir di angka 7.000 ton per tahun, jadi hampir 50 persen. Hasil perikanan tersebut dijual ke pasar bebas, ada yang keluar Bantul, bahkan luar DIY, namun tidak sampai ke luar Jawa," katanya.
BACA JUGA: Konsumsi Ikan Masyarakat Bantul Masih Rendah
Lebih lanjut dia mengatakan, produksi perikanan di Bantul didukung adanya kelompok nelayan sebanyak 24 kelompok yang melaut di sepanjang pantai selatan Bantul, sementara kelompok pembudi daya ikan sebanyak 400-an kelompok tersebar di seluruh Bantul.
"Untuk tahun depan (2024), target produksi perikanan naik sekitar 10 persen dari tahun ini, memang tidak signifikan, karena hanya ada 24 kelompok nelayan, kemudian pembudi daya ikan sekitar 400-an kelompok," katanya.
Dia mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi perikanan diantaranya dengan regenerasi nelayan agar jumlah nelayan semakin bertambah, kemudian mengenalkan teknologi padat tebar tinggi pada kolam perikanan budi daya.
"Artinya teknologi budi daya perikanan sudah ditemukan, dan itu tidak rumit, jadi produksi ikan budi daya itu ditingkatkan dengan menambah luas lahan, juga menambah padat tebar per satuan luas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lionel Messi menegaskan Argentina lolos ke final Piala Dunia 2026 berkat kerja keras dan kualitas permainan, bukan karena perlakuan istimewa.
Pemotor di Turi, Sleman, tertimpa pohon melinjo setelah pohon kelapa roboh. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.