Prabowo dan Narendra Modi Disambut Antusias Pelajar dan Warga Sleman
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
Suasana lokakarya atau workshop dokumen kependudukan yang digelar pada Senin (30/11/2023) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, SLEMAN—Lokakarya atau workshop dokumen kependudukan pada siswa PAUD kembali diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman. Agenda ini diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan dokumen anak sedini mungkin.
Kepala Disdukcapil Sleman, Susmiarto mengatakan lokakarya ini digelar untuk meningkatkan kerja sama antara Disdukcapil dengan PAUD yang ada di Sleman. Karenanya dalam lokakarya ini para pesertanya merupakan perwakilan Lembaga PAUD dan Lembaga PAUD non-formal.
BACA JUGA : Cegah Stunting, Orang Tua di Bantul Diminta Perhatikan Buku KIA
Muara dari kegiatan ini ialah meningkatnya kepemilikan dokumen kependudukan anak di Sleman. "Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan kerjasama antara Disdukcapil Sleman pengelola PAUD dan tenaga pendidik PAUD di Sleman agar seluruh anak di PAUD tercatat dalam biodata kependudukan khususnya akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA) dan tercantum pada Kartu Keluarga," kata Susmiarto pada Senin (20/11/2023).
Hingga kini masih ada anak-anak yang belum memiliki dokumen kependudukan sesuai ketentuan perundang-undangan per-31 Oktober 2023. Dia juga menambahkan masih terdapat data anak PAUD yang tercatat dalam aplikasi Dapodik yang belum sesuai data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
"Salah satu upaya menyelesaikan permasalahan data dokumen kependudukan anak ini yaitu dengan koordinasi terpadu dan efektif antara pengelola PAUD dan tenaga pendidik PAUD dengan Disdukcapil Sleman untuk melayani peserta didik yang belum memiliki dokumen kependudukan," katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengungkapkan kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Sleman dalam memenuhi salah satu dari hak anak di Sleman. Hal itu selaras dengan dengan Pasal 7 Ayat (1) Konvensi PBB 1989 mengenai hak-hak anak disebutkan bahwa setiap anak berhak memiliki atas suatu nama, memperoleh kewarganegaraan serta hak untuk mengetahui dan dirawat oleh orang tuanya.
"Oleh karena itu pemerintah hadir untuk memberikan kepastian hukum atas pemenuhan hak anak tersebut dalam bentuk pemberian pelayanan yang komprehensif, termasuk kepemilikan dokumen kependudukan," ucapnya.
Adanya kegiatan ini diharapkan Kustini dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak, terutama para orang tua agar anak-anaknya memiliki dokumen kependudukan sejak lahir. Sehingga seluruh siswa PAUD di Sleman nantinya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap seperti, akta kelahiran, tercatat dalam kartu keluarga, serta memiliki Kartu Indentitas Anak (KIA).
Lebih-lebih tidak tercatatnya identitas seorang anak dinilai Kustini dapat menyebabkan risiko eksploitasi terhadap anak tersebut semakin tinggi. Karenanya Kustini juga meminta masyarakat agar menyadari betapa pentingnya pencatatan dokumen tidak hanya KTP dan KK saja, tetapi juga pencatatan dokumen kependudukan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.
Menkop Ferry Juliantoro merespons isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp1,8 triliun dalam rapat bersama Komisi VI DPR.