BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi penanganan stunting. Mencegah stunting, orang tua di bantul diminta perhatikan buku KIA - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Puskesmas Pajangan, Bantul, bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bantul menggelar workshop kesehatan terkait pencegahan dan penanganan stunting. Workshop dengan tema MP ASIku Kini Kaya Protein Hewani tersebut menghadirkan ahli gizi ternama, dokter Tan Shot Yen.
“Acara ini sebagai wujud penurunan angka stunting di Kapanewon Pajangan, mengingat Pajangan merupakan salah satu kapanewon terbanyak angka stunting,” kata Penanggung Jawab Acara, Santoso Hardoyo, disela-sela acara di Dusun Kalakijo, Kaluraan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, Sabtu (27/5/2023).
BACA JUGA: Masih Banyak Kasus Anak Stunting dan TB, Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis
Santoso Hardoyo merupakan mantan Kepala Puskesmas Pajangan, Bantul, dan kini menjadi Kepala Puskesmas Pleret sejak sepekan lalu. Ia mengatakan di Kapanewon Pajangan ada sekitar 216 bayi dibawah dua tahun (Baduta) yang mengalami stunting pada 2019 lalu atau sekitar 12%. Kini turun menadi sekitar 9%. Meski demikian tetap masih menjadi terbanyak di Bantul dan bersanding dengan Kapanewon Dlingo.
Dari 216 anak yang stunting 60 anak di antaranya gizi kurang. Menurutnya dari hasil analisa selama empat tahun terakhir bahwa anak stunting di Pajangan tidak serta merta berasal dari keluarga miskin. Namun banyak juga dari keluarga yang secar ekonomi mampu akan tetapi pengetahuan soal makanan pendamping (MP) Air Susu Ibu (ASI) masih kurang.
“Banyak orang tua yang merasa bangga mengeluarkan banyak uang untuk membelikan anaknya susu formula tanpa memperhatikan makanan pendamping yang bergizi. Sebenarnya makanan pendamping yang bergizi sudah ada panduan di buku KIA, harganya juga murah, namun nyatanya tidak dibaca,” ucapnya.
Karena itu pihaknya mengumpulkan para orang tua yang anaknya stunting, terutama dari kalangan mampu untuk mengikuti worshop kesehatan penanganan stunting tersebut dengan harapan para orang tua mengetahui cara menyediakan makanan bergizi untuk anak-anaknya. Sementara yang yang dari keluarga miskin (Gakin) ada program khusus pemberian telur dan ikan.
Kehadiran dokter Tan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengedukasi masyarakat khususnya bagi orang tua yang memiliki anak stunting. Selain itu dokter Tan juga diminta untuk memberikan motivasi kepada petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Pajangan.
Dana Penanganan
Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Bantul, Joko B Purnomo, mengapresiasi apa yang dilakukan Puskesmas Pajangan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada warga khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki anak stunting terkait bagaimana menangani stunting.
Ia memastikan penanganan stunting menjadi salah satu perioritas pembangunan di Bantul, salah satunya dibuktikan dengan alokasi Rp46,6 miliar untuk padukuhan yang setiap padukuhan mendapat Rp50 juta. Anggaran tersebut salah satunya harus diperuntukan peencegahan dan penanganan stunting.
“Kami di Bantul sepakat seluruh SDM dari mulai Bupati sampai perangkat paling bawah menggelindingkan program penanganan penurunan stunting, sampai menyiapkan anggaran Rp46,6 miliar sebagian per pedukuahn Rp50 juta bisa digunakan untuk sebagian penurunan stunting,” katanya.
Ia mencatat berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa angka stunting di Bantul pada 2021 sebanyak 19,10%, kemudian pada 2022 turun menajdi 14,90%. Sementara berdasarkan penimbangan langsung yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di posyandu-posyandu pada 2021 angka stunting 8,36%, turun menjadi 6,42% pada 2022 lalu. “Kalau secara angka saat ini masih ada 3.001 anak yang stunting di Bantul. Kita akan pacu, harus turun lagi di tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.