AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Bupati Bantul, ABdul Halim Muslih (tengah) bersama penggagas inovasi Simantap Sejagat, saat menerima penghargaan oleh Kemenpan RB di Jakarta, Selasa (21/11/2023)/ist Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mendapat penghargaan lima besar Top Standing Achievement Of Public Service Innovation oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan penghargaan ini diraih atas inovasi yang dikembangkan oleh inisiasi Puskesmas Kasihan II, yakni Simantap Sejagat yang merupakan singkatan dari Sistem Manajemen Terpadu Kesehatan Jiwa Jaga Masyarakat.
“Orang Dengan Gangguan Jiwa [ODGJ] di kabupaten Bantul adalah warga negara yang memerlukan perhatian serius dan pelayanan yang terintegrasi sehingga bisa hidup secara wajar dan disembuhkan dari penyakit jiwanya, kembali produktif dan diterima masyarakat,” katanya, Selasa (21/11/2023).
BACA JUGA: Layanan ODGJ di Kota Jogja Meningkat, Ini Langkah Pemkot
Inovasi ini kata dia, mensyaratkan sinergi lintas sektor, termasuk Polri, TNI dan masyarakat peduli terhadap masalah kesehatan jiwa. “Saya ucapkan selamat penggagas inovasi dan dari Dinas Kesehatan Bantul. Inovasi ini sudah direplikasi ke seluruh puskesmas di kabupaten Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.