Pendiri Telegram Pavel Durov DPO, Terancam Penjara Seumur Hidup
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo meminta Pemkab setempat mengawal ketat musim tanam pertama padi pada 2023, karena banyak wilayah yang belum mengolah tanahnya untuk ditanami padi.
Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono mengharapkan petani mentaati pola tanam yang diberlakukan, yakni padi-padi-palawija. Dinas Pertanian dan Pangan juga diminta untuk mengawalnya.
"Saat ini, di Kulonprogo memasuki masa tanam pertama. Untuk itu, kami, petani menaati pola tanam, dan mengolah tanah dan menanam padi tepat waktu. Kami juga minta dinas mengawasi secara ketat pola tanam, sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan di Kulon Progo," katanya, Rabu (22/11/2023) seperti dilansir Antara
Ia mengatakan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) segera mengkondisikan anggotanya untuk segera mengolah tanah, seperti di Kecamatan/Kapanewon Nanggulan.
Saat ini, lahan pertanian di Kulonprogo ketergantungan pada air hujan, namun lahan pertanian yang mendapat air dari saluran irigasi Kalibawang juga terbatas, sehingga petani harus menggunakan air secara efektif dan efisien, supaya musim tanam segera terwujud.
"Ke depan, petani dapat merealisasikan masa tanam, sehingga hasil produksi padi bisa maksimal dan ketersediaan pangan tetap terjaga," katanya.
BACA JUGA: Debit Air Jadi Pertimbangan Utama, Rencana Tata Tanam di Kulonprogo 2024 Mulai Disusun
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono mengatakan mundurnya masa tanam yang terjadi di wilayah Kapanewon Kalibawang dan Kapanewon Nanggulan, terjadi akibat mundurnya tanam komoditas palawija pada masa tanam ketiga karena curah hujan yang masih tinggi.
Hal ini menyebabkan saat pengaliran air, petani masih mengharapkan panen komoditas yang diusahakan.
Di samping hal tersebut, akibat musim kering berdampak terhadap kondisi tanah sawah yang terlalu kering, sehingga menyebabkan pembasahan lahan sawah menjadi lebih lama, dan memerlukan air yang lebih banyak dibanding masa tanam pertama pada 2022.
"Lebih utamanya adalah yang disiplinnya petani dalam melaksanakan tata tanam, dan ini menjadi permasalahan yang serius dan harus segera mendapat titik temu agar petani tidak saling menunggu dalam pengerjaan lahan sawahnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
30 Juli: Hari Ikrar Pramuka, Hari Persahabatan Sedunia, Hari Anti Perdagangan Manusia, dan Hari Snorkeling. Simak sejarah dan makna peringatan ini!