185 Perempuan Jadi Korban Kekerasan di Sleman, KDRT Dominasi Kasus
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat mulai menyusun rencana tata tanam 2024.
Penyusunan rencana tata tanam dimulai dengan memperkirakan debit andalan atau debit rata-rata minimum yang terjadi secara terus menerus di sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Hadi Priyanto mengatakan debit andalan diperkirakan dari data debit pada tahun-tahun sebelumnya yang kemudian dianalisis secara statistik.
Debit tersebut didapat dari Intake Kalibawang untuk sistem irigasi Kalibawang, lalu Bendung Pengasih Barat dan Timur. Selain itu juga untuk daerah irigasi Pekikjamal dan Bendung Papah.
DPUPKP juga menghitung debit andalan melalui metode perhitungan curah hujan untuk daerah-daerah irigasi kecil yang memanfaatkan sungai sebagai sumber airnya. “Untuk persiapan pola tata tanam tahun mendatang, data perhitungan didasarkan pada data debit dan curah hujan 10 tahun terakhir atau 2014-2023,” kata Hadi, Senin (13/11/2023).
Hadi menambahkan, dalam perencanaan tata tanam tersebut juga memerlukan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Data yang dia maksud meliputi data kelembapan udara, temperatur, durasi penyinaran matahari, dan kecepatan angin.
“Data dari BMKG tersebut sangat penting karena berkorelasi dengan perhitungan kebutuhan air irigasi baik untuk padi maupun palawija, salah satunya untuk perhitungan evapotranspirasi tanaman,” katanya.
BACA JUGA: Persiapan Musim Tanam, Petani di Girisubo Gunungkidul Mulai Olah Lahan
Proses selanjutnya, petani melalui perkumpulan petani pemakai air (P3A) akan mengusulkan rencana tata tanam yang dikehendaki. Usulan tersebut akan direkap dalam satu gabungan petani pemakai air (GP3A). “Rekapan usulan tata tanam digunakan untuk menghitung kebutuhan air apabila tata tanam tersebut dilaksanakan,” ucapnya.
Hadi menegaskan, hasil perhitungan debit andalan dan kebutuhan air akan dijadikan masukan yang penting dalam rapat Komisi Irigasi untuk menentukan pola tanam. Dalam rapat tersebut pembahasan mengarah kepada neraca air antara debit andalan yang ada dan kebutuhan air. Apabila terjadi defisit terhadap neraca air maka perlu ada keputusan dengan perubahan usulan tata tanam jika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.